Breaking News

HUKUM Polri: Jangan Bandingkan Pilkada Serentak 2020 dengan Reuni 212 19 Nov 2020 09:39

Article image
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Awi Setiyono. (Foto: Gatra.com)
Pilkada adalah amanat undang-undang, sehingga jangan disamakan dengan alasan-alasan yang tidak jelas.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Kepolisian Republik Indonesia (Polri) meminta masyarakat untuk tidak membandingkan antara kegiatan Pilkada pada Desember 2020 dengan keramaian reuni 212.

Hal ini disampaikan karena ada pihak yang bersikeras tetap menggelar acara reuni 212 bila pemerintah tetap mengadakan Pikada serentak Desember 2020 di tengah suasana Pandemi Covid-19.

Menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Awi Setiyono, mengatakan masyarakat harus bisa membedakan bahwa pelaksanaan pilkada itu merupakan kegiatan yang diatur oleh undang-undang atau konstitusional. Bahkan, turunan undang-undang sampai Peraturan KPU.

“Bapak Kapolri, terakhir, maklumatnya tentang itu (kepatuhan terhadap protocol kesehatan dalam pelaksanaan pilkada serentak 2020),” kata Awi di Mabes Polri, Rabu (18/11/2020).

Untuk itu, Awi mengatakan Polri berharap pilkada bisa berjalan sesuai dengan konstitusi, dan peran masyarakat diperlukan juga untuk menaati semua protokol kesehatan. Karena pilkada adalah amanat undang-undang, sehingga jangan disamakan dengan alasan-alasan yang tidak jelas.

“Tentunya, kita akan sesuai dengan Inpres Nomor 6 Tahun 2020 bahwa Polri-TNI bersama stakeholders lain untuk melalukan patroli bersama pengawasan menertibkan dan dibubarkan,” ujarnya seperti dilansir Viva.co.id.

Makanya, kata Awi, polisi juga ikut melakukan operasi yustisi dengan mengingatkan para Kasatwil, para Kapolda jajaran untuk menindak tegas pelanggar protokol kesehatan.

--- Simon Leya

Komentar