Breaking News
  • Bos First Travel Andika Divonis 20 Tahun, Istrinya 18 Tahun
  • Dolar AS Melambung, Harga Premium dan Solar Tak Naik Tahun Ini
  • Hendropriyono: TNI/Polri Jangan Takut Tegakkan Hukum
  • JK: Eks Koruptor Dilarang Nyaleg Agar Wibawa DPR Baik
  • Jonan Targetkan Akuisisi Saham Freeport Rampung Juni

REGIONAL Populasi Komodo Belum Terancam Punah 11 Jan 2018 14:02

Article image
Binatang purba komodo hanya ada di Pulau Komodo serta pulau-pulau kecil lainnya yang masuk dalam Taman Nasional Komodo di Kabupaten Manggarai Barat. (Foto: Chicago Tribune)
Populasi komodo yang masih stabil itu artinya bisa mengalami penurunan akibat usia dewasa yang berada di ambang kematian maupun bertambah akibat perkembangbiakan komodo berusia produktif.

KUPANG, IndonesiaSatu.co -- Populasi satwa langka komodo (varanus komodoensis) hingga tahun 2017 mencapai 3.012 ekor dan masih stabil dari ancaman kepunahan. Demikian diungkapkan Kepala Balai  Taman Nasional Komodo (TNK) Sudiyono di Kupang Kamis, (11/1/2018).

"Tahun lalu populasinya mencapai 3.012 dan kencenderungan naik, terutama yang ada di pulau kecil Gili Motang dan Nusa Kode yang dulunya populasinya sedikit namun sekarang mengalami peningkatan," kata Sudiyono.

Menurutnya, populasi binatang purba yang hanya ada di Pulau Komodo serta pulau-pulau kecil lainnya yang masuk dalam Taman Nasional Komodo di Kabupaten Manggarai Barat itu masih stabil atau belum terancam punah.

Pihaknya masih melakukan inventarisasi atau pengolahan data terkait jumlah populasi tersebut yang berada di sejumlah pulau seperti Pulau Padar, Pulau Gili Motang, Pulau Nusa Kode, Pulau Komodo dan Pulau Rinca.

"Namun kemungkinan populasi mengalami kenaikan karena adanya peningkatan jumlah terutama di Pulau Gili Motang dan Pulau Nusa Kode yang duluhnya kurang," katanya sebagaimana dilaporkan Antara.

Sudiyono menjelaskan, populasi komodo yang masih stabil itu artinya bisa mengalami penurunan akibat usia dewasa yang berada di ambang kematian maupun bertambah akibat perkembangbiakan komodo berusia produktif. 

Ia mengatakan keberlangsungan hidup satwa komodo berdasarkan kasta, artinya yang berukuran besar atau dewasa menguasai yang komodo yang masih kecil.

"Ada deretan komodo yang besar memiliki jumlah tertentu yang menguasai yang kecil, namun ketika berada di ambang kematian maka memberikan kesempatan bagi yang kecil untuk bertambah banyak," katanya.

Satwa komodo di TNK, lanjutnya, menyatu dengan kehidupan liar dalam mendapatkan sumber makanannya seperti mengkonsumsi babi hutan, rusa, kuda, sementara komodo yang berukuran kecil mengkonsumsi serangga, unggas, dan lainnya.

--- Simon Leya

Komentar