Breaking News
  • Defisit Lebih Rendah Dari Proyeksi APBN-P 2017
  • Menkeu: investasi tumbuh karena kepercayaan pelaku usaha
  • Penerimaan Bea Cukai hingga November Rp130,1 triliun
  • Presiden Jokowi setuju pendiri HMI jadi Pahlawan Nasional

POLITIK PPP Pernah Aspirasikan Duet Jokowi-Gatot 11 Oct 2017 00:58

Article image
Presiden Ri Joko Widodo didampingi Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. (Foto: Ist)
Menurut dia sejauh ini kader PPP tidak keberatan dengan sosok Gatot namun semua diserahkan kepada Jokowi yang akan mendampingi di Pilpres 2019.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Musyawarah Kerja Nasional PPP menyiratkan aspirasi internal anggota partai yang ingin menyandingkan Gatot Nurmantyo sebagai calon wakil presiden, mendampingi Joko Widodo di Pemilu Presiden 2019.

Hal ini disampaikan Sekretaris Jenderal DPP-PPP Arsul Sani di Gedung Nusantara II DPR, Jakarta, Senin (9/10/2017).

"Ketika Musyawarah Kerja Nasional PPP pada bulan Juli 2017, ketika Gatot presentasi, banyak aspirasi sesaat menginginkan agar Pak Gatot menjadi cawapres berdampingan dengan Pak Jokowi," ungkap Arsul.

Dia mengatakan hal itu hanya aspirasi dari kader PPP sehingga siapa yang akan diusung partai tersebut mendampingi Jokowi di Pilpres 2019, belum mengerucut pada satu nama.

Arsul mengatakan saat ini Gatot diidentifikasi dengan kelompok Islam dan nasionalis religius sedangkan Jokowi dengan kelompok nasionalis-religius sehingga hal itu dianggap pas.

"Partai melihat apa yang berkembang menjadi wacana dan diskursus di publik serta media sehingga itu tidak bisa dipungkiri," ujarnya.

Menurut dia sejauh ini kader PPP tidak keberatan dengan sosok Gatot namun semua diserahkan kepada Jokowi yang akan mendampingi di Pilpres 2019.

Sementara itu Arsul menjelaskan PPP terbuka terhadap orang yang ingin bergabung dengan partainya khususnya dari kalangan purnawirawan TNI dan Polri agar kalau berbicara isu-isu pertahanan, ada kadernya yang menguasai bidang tersebut.

"Kami terus terang misalnya menawarkan kepada Pak Farouk Muhammad mau mencalonkan diri dari Dapil Sumbawa, kita kasih tempat terhormat kecuali kalau yang bersangkutan tetap ingin di DPD RI," pungkasnya.

--- Redem Kono

Komentar