Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

POLITIK Prabowo-Sandiaga Bertemu JK, Bahas Pemilu 2019 yang Jujur dan Adil 16 Aug 2018 06:20

Article image
Prabowo-Sandiaga Uno bertemu Jusuf Kalla. (Foto: Ist)
Dalam pertemuan tersebut, JK berpesan kepada Prabowo-Sandiaga agar melaksanakan pemilu 2019 dengan jujur dan adil serta demokratis.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Bakal Calon Presiden Prabowo Subianto mendatangi kediaman dinas Wakil Presiden Jusuf Kalla di kawasan Menteng, Jakarta, Rabu (15/8/2018) malam.

Prabowo yang mengenakan kemeja putih tiba pukul 20:44 WIB dengan mengendarai mobil berwarna putih. Di belakangnya, Sekretaris Jenderal Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Ahmad Muzani.

Sepuluh menit kemudian, bakal calon wapres Sandiaga Uno tiba di kediaman dinas Wapres Jusuf Kalla dengan mengenakan kemeja biru muda dan berpeci.

Juru Bicara Wapres Husain Abdullah mengatakan pertemuan tersebut untuk bersilaturahmi

"Mungkin karena Pak JK kan politikus senior, jadi sowan saja," kata Husain.

Dalam pertemuan tersebut, JK berpesan kepada mereka agar melaksanakan pemilu 2019 dengan jujur dan adil serta demokratis.

"Jadi tadi kita berbicara tentang bagaimana pemilu yang baik yang jujur yang adil dan demokratis," kata JK usai bertemu Prabowo-Sandiaga.

Dia menjelaskan, pertemuan tersebut kapasitasnya sebagai wapres. Dan tidak boleh berpihak kepada siapapun.

"Saya ini sebagai wapres, di semua pihak, tidak bisa berpihak. Sebagai politisi bisa saja kita berpihak. Tapi sebagai wapres kita harus menjalin hubungan dengan seluruh elemen bangsa," ujar JK.

Dia mengatakan, persaingan boleh terjadi pada saat pemilu. Tetapi persahabatan yang terjalin puluhan tahun tidak boleh terputus.

"Ini kan politik seperti yang dikatakan pak Prabowo tadi. Kita itu hanya bersaing melalui pemilihan lima tahun. Tapi persahabatan puluhan tahun. Jadi tidak boleh putus hanya karena lima tahun," kata JK.

JK menepis pertemuannya dengan Prabowo-Sandi bentuk lobi politik. Politisi senior Partai Golkar ini menegaskan tidak ada ajakan dari bakal capres-cawapres yang didukung Gerindra, PKS, PAN dan Demokrat itu untuk menjadi tim pemenangan.

"Enggak. Pertanyaanmu usil saja," kata JK.

Hal tersebut juga ditepis oleh Prabowo. Dia menilai JK terlalu senior untuk jadi ketua tim pemenangannya.

"Terlalu senior. Terlalu senior," sambut Prabowo.

Dia pun tidak merasa posisinya terjepit sebagai Wapres dan sahabat Prabowo puluhan tahun. Apalagi, kata JK, dengan Sandiaga Uno yang posisinya lebih muda.

"Oh tidak, tidak. Saya bilang dua kali bersaing, tapi tetap bersahabat, apalagi Sandi. Lebih junior dari saya," kata JK.

Diketahui JK bertemu dengan bakal capres-cawapres, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno selama satu jam. Dalam pertemun tersebut, Prabowo meminta restu kepada JK sebagai wapres untuk menjalankan Pilpres 2019.

"Jadi hari ini saya dan pak Sandiaga Uno yang sudah mendaftar menajdi calom presiden dan calon wakil presiden dalam pemilihan yang akam datang sesuai adat dan istiadat kita bangsa Indonesia yang muda dateng kepada yng lebih senior untuk sowan untuk mohon restu kita akan melaksanakan suatu pekerjaan untuk rakyat kita," kata Prabowo.

--- Redem Kono

Komentar