Breaking News
  • Defisit Lebih Rendah Dari Proyeksi APBN-P 2017
  • Menkeu: investasi tumbuh karena kepercayaan pelaku usaha
  • Penerimaan Bea Cukai hingga November Rp130,1 triliun
  • Presiden Jokowi setuju pendiri HMI jadi Pahlawan Nasional

INTERNASIONAL Presiden: Indonesia Mengusahakan Perdamaian di Afganistan 03 Oct 2017 09:44

Article image
Presiden RI Joko Widodo. (Foto: Ist)
Presiden mengaku akan mengundang perwakilan 40 kelompok di Afghanistan yang bertikai ke Indonesia untuk membahas upaya perdamaian dan persatuan.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Presiden Joko Widodo berjanji akan menjadi mediator perdamaian konflik antar suku di Afganistan. Karena itu, Presiden mengaku akan  mengundang perwakilan 40 kelompok di Afghanistan yang bertikai ke Indonesia untuk membahas upaya perdamaian dan persatuan.

Hal ini disampaikan Presiden ketika menghadiri puncak peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-45 dan Jambore Nasional Kader PKK 2017, di Hotel Mercure Ancol Jakarta, Senin (10/3/2017) malam.

"Awalnya ada tujuh suku di Afganistan, karena pertikaian sekarang berkembang menjadi 40 kelompok yang sulit sekali didamaikan, nanti bulan Desember kita akan mengundang beliau-beliau 40 kelompok yang bertikai untuk bicara soal itu," ujar Presiden Jokowi.

Menurut Jokowi, Indonesia akan menunjukkan bahwa keberagaman bisa hidup bersama berdampingan.

"Sebanyak 714 suku dengan keragaman bahasa dan budaya bersatu dalam bingkai NKRI," ungkapnya.

Pada awal sambutannya, Jokowi mengingatkan bahwa Indonesia merupakan negara besar. Bukan karena memiliki banyak sumber daya alam, dan ada 17.000 pulau, tetapi juga kemajemukan atau keragamaan suku, budaya, dan bahasa.

"Tidak ada negara lain semajemuk Indonesia, kita merupakan negara besar juga karena jumlah penduduk mencapai 258 juta jiwa. Tidak gampang mengelola 258 juta jiwa," tambah Presiden Jokowi.

Menurut Presiden, kita sering tidak sadar bahwa negara Indonesia sangat besar dengan bahasa lokal yang mencapai 1.100 lebih. 

Jokowi menyebutkan saat bertemu Presiden Afghanistan Ashraf Ghani, keberagaman itu ia sampaikan kepada pemimpin negara itu. 

"Ia kemudian mengingatkan, Presiden Jokowi hati-hati dengan keberagaman itu," imbuhnya pula.

Di Afghanistan semula hanya ada tujuh suku, karena dua suku bertikai, satu bawa kawan dari luar dan satunya juga demikian, maka perang selama lebih dari 25 tahun pun tak kunjung selesai.

"Presiden yang sekarang, 23 tahun hidup di pengasingan, di luar negeri," kata Jokowi lagi.

Di hadapan sekitar 1.600 kader PKK, Presiden Jokowi mengingatkan kader PKK juga berperan menyadarkan masyarakat bahwa Indonesia merupakan negara besar.

--- Redem Kono

Komentar