Breaking News
  • BI: penurunan suku bunga mendorong intermediasi perbankan
  • BI: penurunan suku bunga sudah perhitungkan FFR
  • Perusahaan China bidik sejumlah proyek infrastruktur di Indonesia
  • Petambak Lombok berpenghasilan Rp20 juta per bulan
  • Tiga BUMN kembangkan pelabuhan dukung Tol Laut

PERTANIAN Presiden: Jaga Agar Petani Tidak Selalu Dikalahkan 14 Jun 2017 08:13

Article image
Presiden Joko Widodo ketika memberi pengarahan di Istana Negara. (Foto: Ist
Presiden menegaskan perlunya kehadiran negara untuk memastikan agar rakyat menjadi konsumen dan tidak menghadapi kesulitan dalam mendapatkan bahan pangan.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co Negara harus memastikan agar kedaulatan pangan rakyat Indonesia dapat diperoleh. Hal ini penting bagi ketahanan pangan di Indonesia.

Hal ini disampaikan Presiden Joko Widodo ketika memimpin ratas tentang memperkuat Peran Bulog dalam Ketahanan Pangan Nasionalis di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (13/6/2017) petang.

 “Pangan adalah soal hidup dan matinya bangsa. Dan saat ini yang dibutuhkan oleh rakyat bukan hanya ketersediaan pangan dengan kualitas yang baik, yang bergizi, yang harganya terjangkau tapi juga kita harus menjaga agar para petani, produsen pangan tidak selalu dikalahkan, sehingga kita harapkan mereka dapat hidup lebih sejahtera,” tutur Presiden Jokowi.

Dilansir setkab.go.id, Presiden menegaskan perlunya kehadiran negara untuk memastikan agar rakyat menjadi konsumen dan tidak menghadapi kesulitan dalam mendapatkan bahan pangan. Hal itu, menurut Presiden, dikarenakan barangnya tersedia di pasar serta rakyat bisa membelinya dengan harga yang terjangkau.

“Dan, negara juga harus hadir memastikan para petani sebagai produsen bisa semakin produktif, semakin sejahtera karena mendapatkan harga komoditas yang wajar dan adil. Negara juga perlu hadir agar jalur distribusi komoditas pangan bisa lancar dan rantai perdagangan tidak terlalu panjang,” tegas Presiden.

Hadir dalam rapat tersebut Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko PMK Puan Maharani, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Menperin Airlangga Hartarto, Menteri BUMN Rini Soemarno, Mentan Amran Sulaiman, Wamenkeu Mardiasmo, dan Kabulog Djarot Kusumayakti.

--- Redem Kono

Komentar