Breaking News
  • Bos First Travel Andika Divonis 20 Tahun, Istrinya 18 Tahun
  • Dolar AS Melambung, Harga Premium dan Solar Tak Naik Tahun Ini
  • Hendropriyono: TNI/Polri Jangan Takut Tegakkan Hukum
  • JK: Eks Koruptor Dilarang Nyaleg Agar Wibawa DPR Baik
  • Jonan Targetkan Akuisisi Saham Freeport Rampung Juni

NASIONAL Presiden Bagikan Sertifikat Wakaf untuk Masjid dan Pesantren di Sumbar 23 May 2018 05:31

Article image
Presiden Jokowi didampingi Seskab dalam acara pembagian Sertifikat Wakaf di Masjid Jamiatul Huda, Ketaping. (Foto: Ist)
Menurut Presiden, hal itu sangat penting karena setiap dirinya turun ke bawah, daerah, kampung, desa, sering sekali mendengar bahwa masjid, musala, surau, maupun pondok pesantren banyak yang belum bersertifikat.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan pembagian Sertifikat Wakaf di Masjid Jamiatul Huda, Ketaping, Kota Padang, Senin (21/5/2018).

Di awal sambutan, Presiden Jokowi mengaku memerintahkan Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk menyelesaikan sertifikat-sertifikat baik untuk masjid, musala, surau, pondok pesantren, dan madrasah. 

Menurut Presiden, hal itu sangat penting karena setiap dirinya turun ke bawah, daerah, kampung, desa, sering sekali mendengar bahwa masjid, musala, surau, maupun pondok pesantren banyak yang belum bersertifikat.

Beberapa diantaranya, tambah Presiden, mengeluh mengenai sengketa lahan.

 “Oleh sebab itu, saya perintahkan kepada Menteri BPN saat itu, untuk segera diselesaikan sertifikatnya dan alhamdulillah pada siang hari ini telah diserahterimakan pada Bapak-Ibu sekalian sebanyak 510 sertifikat,” ujar Presiden.

Lebih lanjut, Presiden menyampaikan bahwa ini baru bagian kecil, tetapi paling tidak sudah dimulai dengan sertifikat, sebagai tanda bukti hak hukum atas tanah yang dimiliki oleh masjid, musala, surau, pondok maupun madrasah, dan lain-lainnya.

“Kita harapkan yang namanya sengketa lahan, sengketa tanah itu sudah tidak ada lagi karena tanda bukti hak hukum atas tanah itu sudah diberikan pada Bapak-Ibu sekalian,” ujar Presiden.

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi juga menyampaikan klarifikasi mengenai isu bahwa dirinya tidak ada hubungan dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) dan keturunan etnis tionghoa dari Singapura..

Ditegaskan kembali, Presiden mengajak kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga persaudaraan, ukhuwah islamiyah, serta ukhuwah wathaniyah karena semua saudara sebangsa dan setanah air.

Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam acara kali ini diantaranya Ibu Negara Iriana, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Perhubungan Budi K. Sumadi, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Wantimpres Sidarto Danusubroto, Wamen ESDM Archandra Tahar, dan Gubernur Provinsi Sumatra Barat Irwan Prayitno. 

--- Redem Kono

Komentar