Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

REGIONAL Presiden Bangun 74 Embung di Rote Ndao 10 Jan 2018 04:49

Article image
Presiden RI Joko Widodo ketika meninjau Embung Saina di Rote. (Foto: Ist)
Menurut Presiden, pembangunan embung ini untuk menyiapkan pengairan, baik untuk sawah maupun untuk kebun, tapi juga untuk peternakan

ROTE, IndonesiaSatu.co -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, Pemerintah telah membangun 74 embung hanya di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), salah satunya adalah Embung Saina, di Desa Oelolot, Rote Barat.

“Kita melihat tadi di sekitar embung ini masyarakat menyambut dengan membuat sawah-sawah baru, kemudian menanam. Di atas itu saya lihat menanam jagung, di bawah tadi saya lihat padi-padi sudah mulai ditanam,” kata Presiden Jokowi kepada wartawan usai melakukan peninjauan Embung Saina, di Desa Oelolot, Rote Barat, Rote, Selasa (9/1/2017) pagi.

Menurut Presiden, pembangunan embung ini untuk menyiapkan pengairan, baik untuk sawah maupun untuk kebun, tapi juga untuk peternakan. Ia meminta wartawan untuk melihat waktu sore, saat banyak hewan-hewan ternak masuk ke embung untuk mencari air.

“Kuncinya di NTT, di Kabupaten Rote Ndao kuncinya satu, hanya air. Kalau air ada saya kira urusan pertanian, urusan kebun, juga air baku saya kira akan terselesaikan. Tapi dengan 74 embung yang sudah ada ini kita harapkan produktivitas pertanian, kebun juga akan meningkat,” terang Presiden.

Menurut Presiden, saat ini masih ada pembangunan embung lagi, 24 lagi di NTT. Ia menyebutkan, di NTT (terdapat) 1.100 embung-embung seperti ini. “Memang kuncinya di situ, NTT kuncinya satu, air,” ujarnya.

Dalam peninjauan ini, Presiden didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya, dan Bupati Rote Ndao Lens Haning. 

--- Redem Kono

Komentar