Breaking News
  • 12 parpol lama lolos verifikasi faktual
  • 150 ton bahan narkoba asal China gagal masuk ke Indonesia
  • Eropa murka, siap jawab tantangan perang dagang Donald Trump
  • KM Pinang Jaya tenggelam di Laut Jawa akibat cuaca buruk
  • Presiden Jokowi masih pertimbangan Plt Gubernur dari Polri

INTERNASIONAL Presiden Duterte Gandeng China Perangi Narkoba, Teror, dan Korupsi 11 Apr 2018 15:46

Article image
Presiden Duterte dan Presiden Jinping di Boao Forum, Beijing. (Foto: AFP via philstar.com)
Duterte memperlihatkan orientasi ke Beijing, terutama di sektor ekonomi. Hasilnya, investasi China di Filipina terus meningkat dengan nilai miliaran dolar Amerika Serikat (AS).

BEIJING, IndonesiaSatu.co -- Presiden Filipina Rodrigo Roa Duterte memastikan akan menjadikan China mitra utama dalam program pemberantasan narkoba, terorisme, dan korupsi. Dikutip dari laman Philstar.com, Rabu (11/4/2018), hal itu disampaikan Duterte dalam pidatonya pada Boao Forum di Beijing, China, Selasa (10/4/2018).

Duterte menegaskan, Filipina dan China akan bekerjasama secara penuh untuk menghancurkan jaringan narkoba, teroisme, dan korupsi.

“Filipina akan membuktikan bahwa hubungan yang kompleks bukanlah hambatan untuk mencapai tujuan positif dan saling menguntungkan. Bersama China, kami berdiri bersama dalam perang terhadap terorisme, perdagangan narkoba, dan korupsi,” ungkap Duterte seperti dikutip dari philstar.com.

Ketegangan diplomatik Filipina dan China akibat sengketa di kawasan Laut China Selatan mereda sejak dua tahun terakhir ketika Rodrigo Duterte menduduki kursi presiden pertengahan 2016.

Duterte memperlihatkan orientasi ke Beijing, terutama di sektor ekonomi. Hasilnya, investasi China di Filipina terus meningkat dengan nilai miliaran dolar Amerika Serikat (AS).

Mantan Wakil Kota Davao itu menambahkan, perang terhadap kriminalitas merupakan hal serius untuk menciptakan stabilitas nasional, regional, dan global.

“Kita semua harus paham, tidak akan ada kemajuan tanpa stabilitas di daratan dan perairan Asia,” tegasnya.

Sejak berkuasa Duterte amat konsisten memberantas korupsi di Filipina. Hal itu sejalan dengan salah satu agenda utama Presiden Xi Jinping.

“Korupsi sangat kotor dan penyakit sosial yang dapat menghancurkan negara saya. Saya sudah tegaskan kepada rakyat Filipina dan saya ulangi lagi di sini: korupsi tidak punya tempat di pemerintahan Filipina. Setidaknya selama saya menjabat,” tegas Duterte.

Diketahui, dalam lima tahun pertama pemerintahan Jinping sedikitnya 1,5 juta pejabat tinggi Partai Komunis China (PKC) terjerat kasus korupsi. Melalui sistem pengawasan yang ketat, perang terhadap korupsi akan semakin gencar dan efektif dengan target semua pejabat di setiap level pelayanan masyarakat.

--- Rikard Mosa Dhae