Breaking News
  • BI: penurunan suku bunga mendorong intermediasi perbankan
  • BI: penurunan suku bunga sudah perhitungkan FFR
  • Perusahaan China bidik sejumlah proyek infrastruktur di Indonesia
  • Petambak Lombok berpenghasilan Rp20 juta per bulan
  • Tiga BUMN kembangkan pelabuhan dukung Tol Laut

PENDIDIKAN Presiden Jokowi: Setiap Anak Sekolah Punya Kesempatan Jadi Presiden 12 Sep 2017 11:31

Article image
Presiden Jokowi berinteraksi dengan seorang anak sekolah. (Foto: Humas Setpres)
Keadaan ekonomi tidak boleh menyurutkan orang tua untuk menyekolahkan anak ke jenjang yang lebih tinggi.

JAKARTA, IndonesiaSatu.coMeskipun berasal dari keluarga sederhana, tetapi orang tuang tetapi orang tuanya selalu berusaha agar anaknya bisa sekolah yang tinggi. Keadaan ekonomi tidak boleh menyurutkan orang tua untuk menyekolahkan anak ke jenjang yang lebih tinggi.

Hal ini disampaikan Presiden Joko Widodo ketika membagikan Kartu Indonesia Pintar di Lapangan Rajawali Kita Cimahi, Jawa Barat, Senin (12/9/2017). 

"Saya dulu anaknya orang nggak punya. Tapi orang tua saya entah cari duit dari mana selalu sekolah dimana pun, disekolahkan," ujar Presiden.

Presiden Jokowi pun mengatakan hanya anak-anak yang bersekolah yang bisa menempati jabatan tinggi dalam Negara.

"Jadi bukan tidak mungkin, dari putra-putri bapak ibu semuanya ada yang bisa jadi presiden, ada yang bisa jadi menteri, ada yang bisa jadi gubernur, bupati, wali kota, kenapa tidak," kata Jokowi.

Presiden berharap para penerima 1.191 Kartu Indonesia Pintar dan 800 penerima Program Keluarga Harapan bisa bersyukur ada program bantuan pemerintah untuk menunjang pendidikan anaknya.

"Harus kita syukuri dulunya tidak ada bantuan pemerintah, sekarang ada. Alhamdulillah harus bersyukur sehingga anak bisa sekolah ke jenjang lebih tinggi," harap Presiden.

Jokowi juga berjanji akan menambah jumlah dan nilai bantuan jika pemerintah memiliki anggaran yang lebih besar.

Usai melakukan pembagian KIP dan PKH ini, Presiden mengakhiri kunjungan kerjanya di Jawa Barat. Sebelumnya Presiden menghadiri dan menyampaikan orasi dalam rangka "dies natalis" Universitas Padjadjaran ke-60 dan membagikan sertifikat di Lapangan Brigif Cimahi.

Presiden yang dalam penerbangan menuju Provinsi Jawa Barat didampingi Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono meninggalkan Kota Bandung dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan RJ-85 lepas landas Pangkalan TNI AU Husein Sastranegara ke Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta pada pukul 18.15 WIB. 

--- Redem Kono

Komentar