Breaking News
  • Bos First Travel Andika Divonis 20 Tahun, Istrinya 18 Tahun
  • Dolar AS Melambung, Harga Premium dan Solar Tak Naik Tahun Ini
  • Hendropriyono: TNI/Polri Jangan Takut Tegakkan Hukum
  • JK: Eks Koruptor Dilarang Nyaleg Agar Wibawa DPR Baik
  • Jonan Targetkan Akuisisi Saham Freeport Rampung Juni

NASIONAL Presiden Jokowi: Ideologi Pancasila Harus Terus Disampaikan kepada Anak-Anak 20 Nov 2017 18:32

Article image
Presiden RI Joko Widodo. (Foto: Ist)
Presiden Jokowi menyampaikan bahwa memang masih banyak juga elit politik yang memberikan pendidikan tidak baik kepada masyarakat dan anak-anak.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Nilai-nilai ke-Indonesia-an, kesopanan, kesantunan, semua yang terkandung dalam ideologi Pancasila harus terus disampaikan kepada anak-anak bagaimana mengenai kerukunan, persaudaran, dan toleransi. 

Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat Pembukaan Simposium Nasional Kebudayaan Tahun 2017 di Ballroom Raflesia Gedung Balai Kartini, Jakarta Selatan, Senin (20/11/2017).

Lebih lanjut, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa memang masih banyak juga elit politik yang memberikan pendidikan tidak baik kepada masyarakat dan anak-anak.

“Coba kita lihat, banyak yang masih berteriak-teriak mengenai antek asing. Istilah-istilah seperti itu, mengenai antek aseng, mengenai PKI Bangkit. Ya kalau saya PKI bangkit ya gebuk saja sudah, gampang. Wong payung hukumnya juga jelas, TAP MPRS-nya juga masih ada kenapa kita harus bicara banyak-banyak mengenai ini,” tegas Presiden.

Mengenai anti Islam dan anti ulama, lanjut Presiden, cara-cara politik yang baik serta beretika ini harus juga mulai disampaikan. Dalam hal ini, Presiden juga berharap, sesepuh-sesepuh, senior-senior di PPAD, di FKPPI, di Yayasan Suluh Nuswantara Bakti juga memberikan nilai-nilai itu kepada generasi muda, bagaimana cara-cara berpolitik dan berbicara yang beretika, serta menghargai sebuah senioritas dan menjaga nilai-nilai kesantunan.

Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam kegiatan kali ini diantaranya Menko Polhukam Wiranto, Seskab Pramono Anung, dan Menhan Ryamizard Ryacudu serta Wapres ke-6 Republik Indonesia Try Sutrisno. 

--- Redem Kono

Komentar