Breaking News
  • Bos First Travel Andika Divonis 20 Tahun, Istrinya 18 Tahun
  • Dolar AS Melambung, Harga Premium dan Solar Tak Naik Tahun Ini
  • Hendropriyono: TNI/Polri Jangan Takut Tegakkan Hukum
  • JK: Eks Koruptor Dilarang Nyaleg Agar Wibawa DPR Baik
  • Jonan Targetkan Akuisisi Saham Freeport Rampung Juni

NASIONAL Presiden Jokowi: Kondisi Dalam Negeri dan Rekam Jejak Menentukan Indonesia jadi Anggota Tidak Tetap DK PBB 14 Jun 2018 02:16

Article image
Presiden Joko Widodo saat konferensi pers di Ruang Teratai, Istana Presiden, Bogor (Foto: Biro Pers Media dan Informasi Sekretariat Presiden)
Dengan terpilihnya Indonesia dalam forum keamanan internasional ini, Presiden Jokowi berharap Indonesia bisa semakin gencar mengampanyekan perdamaian dan stabilitas keamanan dunia.

BOGOR, IndonesiaSatu.co-- Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) selain mengapresiasi para diplomat Indonesia yang bekerja keras menggolkan terpilihnya Indonesia jadi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB), juga mengungkapkan sejumlah faktor dan yang menentukan langkah Indonesia dalam forum internasional tersebut.

"Beberapa hal yang menyumbang kemenangan Indonesia terpilih menjadi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB antara lain kondisi dalam negeri yang demokratis, stabil dan damai," ujar Jokowi di Ruang Teratai, Istana Presiden Bogor, Jawa Barat, Selasa (12/6/18).

"Kondisi di dalam negeri ini memiliki kontribusi yang besar dalam kemenangan ini. Indonesia juga mempunyai rekam jejak dan kontribusi diplomasi yang baik dalam hal turut menjaga pedamaian dunia," lanjut dia.

Presiden Jokowi menambahkan bahwa Indonesia juga dipandang memiliki independensi politik luar negeri yang kuat.

“Netralitas Indonesia terhadap kekuatan-kekuatan yang ada di penjuru dunia tidak diragukan lagi. Selain itu, Indonesia berperan dalam menjembatani perbedaan yang ada, termasuk negara-negara yang sedang dilanda konflik," lanjut Presiden.

Kepala Negara ini menilai, terpilihnya Indonesia menjadi Anggota Tidak Tetap DK PBB pun merupakan hasil kampanye yang bersih serta tidak menghambur-hamburkan anggaran.

"Kampanye Indonesia ini jangka panjang, dilakukan secara bersih, tidak menghambur-hamburkan dan juga lebih mengedepankan rekam jejak serta visi Indonesia. Alhamdulilah, perolehan suaranya sangat signifikan dalam pemilihan tersebut yaitu 144 suara dari 190 suara yang diperebutkan sehingga Indonesia terpilih menjadi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB periode 2019-2020," ujar Jokowi.

Presiden Jokowi juga mengapresiasi para diplomat yang bekerja keras menggolkan terpilihnya Indonesia dalam forum tersebut.

"Perolehan ini merupakan hasil kerja keras dalam jangka panjang dari para diplomat kita, diplomat Indonesia," ujar Jokowi.

Adapun setiap pertemuan Presiden Jokowi dengan pemimpin negara sahabat, selain Presiden Jokowi sendiri yang melobi negara itu agar mendukung Indonesia menjadi Anggota Tidak Tetap DK PBB, para diplomat juga melakukan hal yang sama pada tingkatan tertentu.

Dengan terpilihnya Indonesia dalam forum keamanan internasional ini, Presiden Jokowi berharap Indonesia bisa semakin gencar mengampanyekan perdamaian dan stabilitas keamanan dunia.

--- Guche Montero

Komentar