Breaking News
  • Bos First Travel Andika Divonis 20 Tahun, Istrinya 18 Tahun
  • Dolar AS Melambung, Harga Premium dan Solar Tak Naik Tahun Ini
  • Hendropriyono: TNI/Polri Jangan Takut Tegakkan Hukum
  • JK: Eks Koruptor Dilarang Nyaleg Agar Wibawa DPR Baik
  • Jonan Targetkan Akuisisi Saham Freeport Rampung Juni

LINGKUNGAN HIDUP Presiden Jokowi: Revitalisasi DAS Citarum Pekerjaan Besar, Perlu Waktu 7 Tahun 23 Feb 2018 05:45

Article image
Presiden Jokowi saat melakukan penanaman di hulu Sungai Citarum, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. (Foto: Humas Setpres)
Menurut Presiden, rehabilitasi Sungai Citarum itu dilakukan secara terintegrasi, dari mulai pemerintah pusat, provinsi, dan daerah, dengan pengawasan dari Kodam III Siliwangi.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, penanganan penanggulangan pencemaran dan kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum merupakan pekeraan besar yang tidak mungkin dikerjakan sehari dua hari atau setahun dua tahun.

“Pemerintah sudah menghitung waktu untuk merevitalisasi DAS Citarum yakni membutuhkan waktu sekitar tujuh tahun dari sekarang. Sudah kita hitung dari hulu, tengah, dan hilirnya akan bisa selesai insyaallah dalam tujuh tahun,” kata Presiden Jokowi saat melakukan penanaman di hulu Sungai Citarum, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (22/2/2018) pagi.

Revitalisasi DAS Citarum itu sudah dimulai 1 Februari 2018 lalu, di kawasan Situ Cisanti, Desa  Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung. Sementara pada Kamis (22/2/2018) ini dilakukan penanaman pohon ekologis dan ekonomis di hulu Sungai Citarum jenis rasamala, puspa, mangled, damar, dan lain-lain.

Presiden menilai, pohon ekologis dan ekonomis itu sangat bagus. Kalau bisa tumbuh, menurut Presiden, tanaman tersebut akan jadi endemik atau tanaman lokal.

Menurut Presiden, rehabilitasi Sungai Citarum itu dilakukan secara terintegrasi, dari mulai pemerintah pusat, provinsi, dan daerah, dengan pengawasan dari Kodam III Siliwangi.

“Kita kerjakan secara gotong royong. Ini pekerjaan besar dan panjang. Bukan seremoni seperti yang sudah-sudah dan akan saya lihat secara rutin,” ujar Presiden Jokowi.

Menurut Presiden, per tiga atau enam bulan dirinya akan memantau perkembangan hulu Citarum. “Kita mulai di sini diberikan lahan oleh PTPN 980 hektare, untuk persemaian, untuk ditanami dan relokasi. Perhutani juga memberikan lahannya yang diharapkan lahan yang ada segera kita hijaukan kembali,” jelasnya.

Saat disinggung terkait pabrik industri yang kerap membuang limbah ke aliran Sungai Citarum, Presiden Jokowi mengatakan, satu-satu, ini dari hulu dulu.

“Nanti cerita lagi kalau sudah di tengah, nanti cerita lagi setelah di hilir, hulu dulu, jangan kemana-mana di sini saja ini pekerjaan sangat panjang. Iya, iya (penindakan). Saya sampaikan ini pekerjaan kurang lebih, insyaallah selama tujuh tahun, ini baru dimulai di sini,” tegas Presiden.

Tampak hadir dalam kesempatan itu antara lain Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan.

--- Redem Kono

Komentar