Breaking News
  • Banjir landa 21 kelurahan di Tebing Tinggi
  • Imigrasi Ngurah Rai beri "exit pass" seminggu bagi wisman
  • Jokowi: Kawasan GBK Harus Jadi Ruang Publik Bagi Masyarakat
  • PVMBG: gas SO2 Gunung Agung menurun
  • Sebanyak 50 ton ikan Danau Maninjau mati

PENDIDIKAN Presiden Jokowi Bagikan KIP di SMKN 3 Kupang 08 Jan 2018 13:13

Article image
Presiden Jokowi bagikan KIP di SMKN 3 Kupang. (Foto: Ist)
Sebanyak 1.148 siswa SD, SMP, SMA, SMK, dan peserta program kesetaraan yang diwakili secara simbolis oleh 12 siswa menerima KIP dalam kesempatan ini.

KUPANG, IndonesiaSatu.co -- Mengawali kegiatannya dalam kunjungan kerja yang dilakukan beberapa saat setelah mendarat di Bandar Udara El Tari, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (8/1/2017) Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo langsung menuju SMK Negeri 3 untuk menyerahkan Kartu Indonesia Pintar.

Sebanyak 1.148 siswa SD, SMP, SMA, SMK, dan peserta program kesetaraan yang diwakili secara simbolis oleh 12 siswa menerima KIP dalam kesempatan ini.

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengemukakan, KIP untuk anak SD sebesar Rp 450 ribu, SMP sebesar Rp 750 ribu, dan SMA/SMK sebesar Rp 1 juta. Ia minta anggaran yang ada, dana yang ada tadi agar dipakai untuk beli seragam, eli sepatu boleh, beli baju, beli buku boleh, beli tas sekolah boleh. Adapun untuk  beli pulsa, Kepala Negara mengingatkan, bahwa KIP tidak boleh  untuk beli pulsa.

“Begitu tahu dipakai untuk beli pulsa, kartunya dicabut ya, enggak boleh,” tegas Kepala Negara.

Kepala Negara juga meminta para siswa agar rajin belajar. Ia menceritakan pengalaman pribadinya saat masa sekolah dulu agar lebih pintar dari anak yang lain.

“Anak-anakku semuanya, sekali lagi anak-anakku semuanya harus rajin belajar karena ke depan persaingan semakin ketat yang kita hadapi. Persaingan SDM, sumber daya manusia antar negara saling bersaing. Jadi kalau anak anak tidak belajar nanti kita akan kalah bersaing dengan negara-negara lain,” tutur Kepala Negara.

Tampak hadir dalam kesempatan itu antara lain Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, Kepala Staf Presiden Teten Masduki, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dan  Gubernur Provinsi NTT Frans Lebu Raja.

--- Redem Kono

Komentar