Breaking News

REGIONAL Presiden Jokowi Kagum Pendekatan Kesejahteraan Mayjen Doni Monardo 20 Feb 2017 14:46

Article image
Presiden Jokowi bersama ibu negara Iriana Jokowi berkesempatan meninjau keramba jaring apung di Weiharu, Maluku beberapa waktu lalu. (Foto: ist)
Jokowi bersama ibu negara Iriana Jokowi berkesempatan meninjau keramba jaring apung di Weiharu, salah satu buah pendekatan kesejahteraan yang diinisiasi Doni Monardo sekitar 10 KM dari Kota Ambon.

AMBON, IndonesiaSatu.co -- Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Doni Monardo terus menancapkan program “Emas Biru” dan “Emas Hijau” dan “Emas Putih” di tanah Maluku. Tiga program untuk kesejahteraan dan perdamaian di Negeri 1.000 Pulau itu telah menimbulkan decak kagum banyak kalangan, tak terkecuali Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dalam kunjungannya ke Ambon, usai menghadiri Acara Puncak Hari Pers Nasional (HPN), beberapa waktu lalu, Jokowi bersama ibu negara Iriana Jokowi berkesempatan meninjau keramba jaring apung di Weiharu, salah satu buah pendekatan kesejahteraan yang diinisiasi Doni Monardo sekitar 10 KM dari Kota Ambon.

Tidak hanya menonton dari jauh. Didampingi Pangdam Pattimura Doni Monardo, Jokowi langsung menuju jaring apung bersama beberapa anggota kabinet. Tampak mendampingi Jokowi, di antaranya   Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani serta Menteri Kesehatan Nila Moeloek, dan Gubernur Maluku Said Assagaff.

"Bapak Presiden tampak senang dengan program jaring apung ini. Bahkan Bapak Presiden sendiri langsung naik ke lokasi jaring apung untuk menyaksikan sendiri kegiatan pemberdayaan petani dan nelayan yang diinisasi Pangdam XVI/ Pattimura,” jelas Kapendam Pattimura Kolonel Hasyim kepada IndonesiaSatu.co, akhir pekan lalu.

Dipaparkan Kolonel Hasyim, dalam rangka pemberdayaan ekonomi dan untuk meningkatkan kesehahteraan masyarakat Maluku, Pangdam Pattimura memiliki dua program, yaitu Emas Biru dan Emas Hijau. Selain Emas Biru dan Emas Hijau, Mayjen Doni menginisiasi perdamaian di antara warga masyarakat Maluku yang selama ini terlibat konflik berkepanjangan yang kemudian dikenal dengan julukan Eman Putih.

Program Emas Biru merupakan kegiatan Kodam dalam meningkatkan hasil kelautan. Sedangkan Emas Hijau merupakan kegiatan untuk meningkatkan hasil pertanian, kehutanan, peternakan dan melaksanakan budidaya.

Sejak hari pertama bertugas di Maluku lebih dari setahun lalu, Doni fokus pada kegiatan yang mendekatkan TNI dengan masyarakat lewat kegiatan untuk meningkatkan kesejahteraan. Doni mengubah pendekatan TNI kepada masyarakat yang lebih mengarah kepada prosperity approach (pendekatan kesejahteraan) ketimbang security approach (pendekatan keamanan) sebagai upaya untuk membantu kesulitan rakyat di sekelilingnya.

"Berdasarkan kajian kita dari hasil pendekatan kepada masyarakat, kita tahu bahwa kerawanan sosial dan pertikaian antar kelompok masyarakat terjadi karena tingkat kesejahteraan yang masih rendah. Banyak anak-anak muda menanggur dan tidak bisa mengisi waktu dengan kegiatan yang positif. Akibatnya, timbul konflik yang biasanya dipicu hal-hal sepele," kata Hasyim.

Menurut Hasyim, Kodam Pattimura memiliki 96 kotak jaring apung, dengan rincian 76 kotak berada di keramba Waiheru, dan 20 kotak lainnya tersebar di beberapa desa di Ambon. Untuk di luar Ambon juga terdapat 54 kotak yang tersebar di Saparua, Nusa Laut, dan Pulau Seram. Sedangkan SUPM memiliki 34 kotak jaring.

"Setiap kotak berukuran 3x3 meter. Jenis ikan yang ada baru kakap putih atau baramundi dan ikan kueh atau bubarak," ujar Hasyim.

Presiden Jokowi mengapresiasi program tersebut. Presiden ingin memperbesar dan memperluas program Emas Biru dan Hijau yang telah digagas Kodam.

Pada kesempatan tersebut, Ibu Negara Iriana Jokowi berkesempatan membelah kerang mutiara hasil budidaya masyarakat Tual di keramba jaring apung SUPM tersebut. Menko Puan dan Menkes Nila juga sempat membeli produk mutiara yang dihasilkan langsung dari kerangnya.

 

--- Simon Leya

Komentar