Breaking News
  • Defisit Lebih Rendah Dari Proyeksi APBN-P 2017
  • Menkeu: investasi tumbuh karena kepercayaan pelaku usaha
  • Penerimaan Bea Cukai hingga November Rp130,1 triliun
  • Presiden Jokowi setuju pendiri HMI jadi Pahlawan Nasional

INTERNASIONAL Presiden Jokowi Minta Korut Patuhi Resolusi PBB 15 Nov 2017 07:01

Article image
Presiden Jokowi menghadiri pertemuan ASEAN Plus Three di Manila, Filipina, Jakarta. (Foto: Humas Setpres)
Presiden menegaskan, posisi Indonesia dan posisi ASEAN sudah sangat jelas terhadap situasi Semenanjung Korea, yaitu mendesak Korut untuk mematuhi resolusi DK PBB terkait.

MANILA, IndonesiaSatu.co -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar Korea Utara (Korut) segera menghentikan uji coba peluru kendali (rudal) dan mematuhi seluruh resolusi Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkait masalah tersebut.

Permintaan tersebut disampaikan Presiden Jokowi ketika berbicara pada Konferensi Tingkat Tingi (KTT)  ke-20 ASEAN Plus Three (APT), di Philippines International Convention Center (PICC), Manila Filipina, Selasa (14/11/2017) pagi. Selain negara-negara anggota ASEAN, ASEAN Plus Three beranggotakan 3 (tiga) negara besar di kawasan Asia, yaitu Jepang, Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Korea Selatan (Korsel).

Menurut Presiden, dari segi politik dan keamanan, ASEAN Plus Three paham betul adanya titik-titik yang rentan ketegangan. antara lain Semenanjung Korea. Ia menegaskan, posisi Indonesia dan posisi ASEAN sudah sangat jelas terhadap situasi Semenanjung Korea, yaitu mendesak Korut untuk mematuhi resolusi DK PBB terkait.

Regional Comprehensive

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi mengemukakan, bahwa ASEAN Plus Three adalah kerja sama yang sangat penting dan strategis. Strategis dari segi politik dan strategis dari segi ekonomi.

“Stabilitas dan kesejahteraan rakyat di kawasan akan sangat tergantung bagaimana mengelola hubungan ASEAN Plus Three dan hubungan di antara 13 negara,” kata Presiden.

Sementara dari sisi hubungan ekonomi nilai strategis, menurut Presiden Jokowi, hubungan ASEAN dengan Jepang, Korea Selatan dan Tiongkok tidak perlu dipertanyakan lagi.

Untuk lebih memantapkan kemitraan ekonomi tersebut, ASEAN dan Jepang, Korea Selatan dan Tiongkok, Presiden mengingatkan, perlunya menyelesaikan segera perundingan Regional Comprehensive Economic Partnership.

Selain itu, Presiden menekankan agar hambatan perdagangan, baik tarif maupun non tarif, juga perlu dihilangkan atau dikurangkan. “Dengan menjaga komitmen politik maupun komitmen ekonomi APT, insya Allah kita akan melihat Asia Timur dan Asia Tenggara yang damai dan sejahtera,” ujar Presiden.

Selain dihadiri oleh para Kepala Negara/Kepala Pemerintahan ASEAN, KTT ASEAN Plus Three itu juga dihadiri oleh PM Jepang Shinzo Abe, Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan PM Tiongkok Li Keqiang.

Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam agenda ini diantaranya Menko Polhukam Wiranto, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menlu Retno Marsuwi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

--- Redem Kono

Komentar