Breaking News

NASIONAL Presiden Jokowi Sahkan Perppu, Pilkada Serentak 2020 Resmi Ditunda 10 May 2020 19:54

Article image
Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi). (Foto: Ist)
Rencananya Pilkada serentak yang melibatkan 270 daerah tahun 2020 berlangsung pada September mendatang, namun ditunda hingga Desember karena dampak pandemi Covid-19.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co-- Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi), Senin (4/5/2020) mengesahkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2020 tentang penundaan Pilkada serentak tahun 2020, hingga situasi pandemi Covid-19 aman.

Rencananya Pilkada serentak yang melibatkan 270 daerah pada tahun 2020 akan berlangsung pada September mendatang, namun ditunda hingga Desember karena dampak pandemi Covid-19. Jika Covid-19 berakhir, maka direncanakan Pilkada Serentak akan dilaksanakan pada 9 Desember 2020 mendatang.

Berdasarkan salinan yang dikutip dari website resmi Sekretariat Negara, Perppu Nomor 2 tahun 2020 menjelaskan bahwa apabila sebagian wilayah pemilihan atau seluruh wilayah pemilihan terjadi kerusuhan, gangguan keamanan, bencana alam, bencana non-alam, atau gangguan lain yang mengakibatkan sebagian tahapan pemilihan serentak tidak dapat dilaksanakan.

“Dalam hal pemungutan suara serentak sebagaimana dimaksud tidak dapat dilaksanakan, pemungutan suara serentak ditunda, dan dijadwalkan kembali segera setelah bencana non-alam berakhir,” demikian antara lain isi salinan Perppu tersebut.

Meski demikian, rencana penundaan Pilkada serentak hingga Desember mendatang pun mendapat tanggapan pesimis dari berbagai kalangan.

Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Titi Anggraini mengaku pesimis tentang rencana Pilkada serentak 2020 terjadi pada 9 Desember 2020.

Titi menilai, jika pencoblosan dilakukan pada 9 Desember, maka seluruh tahapan setidaknya harus dimulai pada 9 Juni. Sementara pemerintah baru saja menetapkan larangan mudik yang masanya akan berlangsung pada akhir Mei 2020.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komaruddin menyarankan agar pilkada serentak 2020 diundur ke 2021 atau 2022 untuk memberi jeda dari pandemi Covid-19.

"Tujuannya untuk meminimalisasi politikus yang menunggangi situasi pandemi Covid-19 untuk mendongkrak elektabilias," kata Ujang.

--- Guche Montero

Komentar