Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

EKONOMI Presiden Jokowi Senang Kontribusi PDB Koperasi Capai 4,48 Persen 12 Jul 2018 20:15

Article image
Presiden Jokowi membuka acara peringatan Hari Koperasi Nasional ke-71 yang digelar di ICE BSD, Tangerang, Kamis (12/7). (Foto: ist)
"Saat ini PDB koperasi 4,48 persen dari sebelumnya 3,99 persen. Ada peningkatan yang cukup baik..."

SERPONG, IndonesiaSatu.co -- Presiden  Jokowi menyampaikan rasa senangnya atas perkembangan koperasi Indonesia, khususnya  peningkatan kontribusi PDB koperasi yang cukup baik. 

"Saat ini PDB koperasi 4,48 persen dari sebelumnya 3,99 persen. Ada peningkatan yang cukup baik," kata Presiden Jokowi dalam acara peringatan Hari Koperasi Nasional ke-71 yang digelar di ICE BSD, Tangerang, Kamis (12/7).

Presiden berharap peningkatan PDB koperasi terus terjadi sehingga tercapai lompatan dalam sistem ekonomi gotong royong di tanah air. 

Presiden juga mengapresiasi sudah ada koperasi yang masuk bursa, yaitu Kospin Jasa. Menurut Presiden, koperasi Indonesia harus mengarah ke sana mengingat dunia saat ini memasuki era teknologi sehingga terjadi perkembangan yang sangat cepat dan dinamis.

Dicontohkan, perkembangan teknologi di dunia komunikasi yang sebelumnya menggunakan telepon kabel sekarang berubah sangat cepat dengan lahirnya berbagai inovasi ponsel. Perkembangan itu terjadi sangat pesat dari tahun ke tahun.    

Diharapkan koperasi juga tidak ketinggalan masuk ke teknolgi digital. Dengan perkembangan teknologi sekarang sudah ada  Google, Facebook, YouTube, Instagram, di dalam negeri ada Go-Jek, Grab, Tokopedia, Traveloka, Bukalapak, dan Blibli yang dapat dimanfaatkan oleh koperasi dan UKM. 

Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi juga menyematkan anugerah kepada sejumlah tokoh yang menerima penghargaan serta meninjau Harkopnas Expo 2018 yang memamerkan produk-produk koperasi Indonesia.

Presiden didampingi Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga, dan Ketua Dekopin Nurdin Halid.

Sebelumnya, Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga menyerahkan penghargaan bagi Koperasi Berprestasi, serta Bakti Koperasi dan UKM tahun 2018, pada Rabu (11/7) malam.  

Penghargaan tersebut diberikan kepada 110 penerima yang terdiri dari dua kategori, yakni Koperasi Berprestasi diberikan kepada 50 koperasi penerima dan penghargaan Bakti Koperasi dan UKM kepada 60 kepala daerah/dinas koperasi dan UKM atau tokoh penggerak koperasi.

Usai menerima penghargaan Bakti Koperasi, Walikota Bogor Bima Arya mengatakan  berterima kasih  karena penataan koperasi di Bogor mendapat apresiasi dari Kemenkop UKM. Bima Arya mengatakan  berbagai upaya yang dilakukan pihaknya untuk meningkatkan pertumbuhan kinerja koperasi di Bogor.

“Komitmen kami dalam penganggaran  untuk koperasi dan UMKM hingga mencapai Rp 94 miliar. Selain itu, organisasi kedinasan koperasi yang tadinya bergabung dengan perdagangan sekarang menjadi mandiri sebagai dinas koperasi dan UKM,” kata Bima.

Dia juga mengemukakan pihaknya telah mengubah 86 lembaga keuangan mikro yang belum berizin dan berbadan hukum menjadi koperasi. Inovasi juga banyak dilakukan oleh Pemerintah Kotamadya Bogor, antara lain dengan digitalisasi koperasi dan coaching clinic bagi koperasi.

Walikota Banjar Baru Nadjmi Adhani mengakui peran serta kepala daerah sangat penting untuk mendorong, menyemangati dan melakukan pembinaan melalui dinas teknis. Pembinaan ini, dikemukakannya, telah mengubah koperasi di Banjar Baru menjadi lebih sehat dan berprestasi.

“Banyak koperasi yang tadinya tidak sehat menjadi sehat, tadinya tidak RAT akhirnya RAT setelah mendapat pembinaan,” kata Nadjmi.

Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat yang juga meraih penghargaan Bakti Koperasi merupakan kabupaten termuda di Indonesia yang berdiri tahun 2007.  Wakil Bupati Kubu Raya Hermanus mengatakan meski masih sangat muda, Kubu Raya sudah memiliki dinas koperasi dan UKM yang mandiri untuk melakukan pembinaan koperasi dan UKM. 

Dengan demikian ada penganggaran khusus dari APBD untuk pengembangan koperasi dan UKM. Hermanus menyebutkan pihaknya aktif melakukan evaluasi dan pembinaan yang hasilnya telah membubarkan 70 koperasi dan 419 koperasi aktif. 

--- Sandy Romualdus

Komentar