Breaking News
  • 12 parpol lama lolos verifikasi faktual
  • 150 ton bahan narkoba asal China gagal masuk ke Indonesia
  • Eropa murka, siap jawab tantangan perang dagang Donald Trump
  • KM Pinang Jaya tenggelam di Laut Jawa akibat cuaca buruk
  • Presiden Jokowi masih pertimbangan Plt Gubernur dari Polri

LINGKUNGAN HIDUP Presiden Jokowi Serahkan 2.890 Hektar Perhutanan Sosial di Madiun 07 Nov 2017 02:38

Article image
Presiden Joko Widodo (Foto: Ist.)
“Nanti saat kita cek tanah yang sudah diberikan ini produktif dan ditanami, bisa menghasilkan komoditas, semakin produktif, maka bapak-ibu akan kita siapkan lagi lahan. Namun jika tidak produktif atau ditelantarkan, maka akan dicabut," ungkap Presiden Jo

MADIUN, IndonesiaSatu.co-- Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam kunjunganya ke Madiun, Jawa Timur, kembali menyerahkan Surat Keputusan pemanfaatan perhutanan sosial serta pengakuan dan perlindungan kemitraan kehutanan seluas 2.890 hektar kepada masyarakat di Madiun, Tulung Agung dan Tuban.

Dilansir Antara, Presiden Jokowi dalam sambutan di Dungus Forest Park, Kecamatan Dungus, Kabupaten Madiun, Senin (6/11/17) mengingatkan masyarakat agar dapat mengelola lahan itu untuk kesejahteraan.

“Sekarang ini sudah 35 tahun, soal jangka waktu izin. Tugas saudara-saudara sekarang adalah bekerja keras sehingga lahan-lahan yang sudah diberikan itu bermanfaat untuk kesejahteraan kita semua. Pemerintah akan mengawasi secara berkala setiap 6 bulan hingga 1 tahun, pemanfaatan lahan hutan sosial tersebut,” ungkap Jokowi.

Presiden menerangkan bahwa pemerintah memberikan kebesan dan keleluasaan kepada masyarakat untuk mengelola lahan yang diberikan tersebut.

"Silahkan, kalau mau ditanami cokelat. Ada yang disampaikan Pak Gubernur, mau tanam iles-iles. Kalau cocok silahkan. Itu bagus untuk ekspor tapi harus dirawat. Jika ada masyarakat yang mau mengagunkan SK ke Bank untuk modal usaha pertanian, bisa dihitung dengan akurat sehingga dapat mengembalikan angsuran,” lanjutnya.

Mantan Walikota Solo ini meyakinkan masyarakat untuk menambah luas lahan jika pemanfaatan hutan sosial menghasilkan komoditas yang baik dan meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Nanti saat kita cek tanah yang sudah diberikan ini produktif dan ditanami, bisa menghasilkan komoditas, semakin produktif, maka bapak-ibu akan kita siapkan lagi lahan. Namun jika tidak produktif atau ditelantarkan, maka akan dicabut," tandasnya.

Dalam acara penyerahan ini, Presiden Jokowi didampingi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya. Ribuan SK yang dibagikan mencakup 5 gabungan kelompok tani (gapoktan) yakni LMDH Sumber Lestari Tulung Agung seluas 663 hektar bagi 928 Kepala Keluarga (KK), LMPSDH Wonoreso, Madiun seluas 520 hektar untuk 58 KK, dan LMPSDH Ngudiwaluyo, Dungus 1.300 hektar untuk 354 KK, LMDH Rizki Abadi, Madiun seluas 297 hektar untuk 185 KK dan LMDH Ngimbang Makmur, Tuban 77,25 hektar untuk 147 KK.

--- Guche Montero

Komentar