Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

HANKAM Presiden Minta RUU Anti Terorisme Secepatnya Rampung 29 May 2017 19:05

Article image
Presiden Joko Widodo. (Foto: Ist)
Presiden mengatakan perampungan cepat ini berkaitan dengan perlunya stabilitas keamanan jelang Ramadhan.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Rancangan Undang-Undang (RUU) Anti Terorisme sebaiknya secepatnya dirampungkan sebagai tindaklanjut untuk menghadapi ancaman terorisme.

Hal ini disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ketika memimpin Rapat Kabinet Paripurna yang sekaligus membahas persiapan menghadapi Lebaran 2017 atau Idul Fitri 1438 Hijriah di Istana Kepresidenan Bogor, Senin (29/5/2017).

Presiden mengatakan perampungan cepat ini berkaitan dengan perlunya stabilitas keamanan jelang Ramadhan.

"Berkaitan dengan stabilitas keamanan. Memasuki nantinya di hari raya Idul Fitri rasa aman masyarakat harus ada. Kemudian juga hati-hati terhadap ancaman terutama terorisme," ujar Presiden sebagaimana dikutip Antara.

Sebagai tindak lanjut atas ancaman terorisme, Presiden menghendaki RUU Anti Terorisme segera dirampungkan.

"Menindaklanjuti dari ancaman ini saya ingin agar Rancangan UU Anti Terorisme ini segera dikejar ke DPR, Pak Menkopolhukam agar bisa diselesaikan secepat-cepatnya," tegas Presiden.

Presiden mengatakan Indonesia sangat memerlukan RUU tersebut sebagai payung hukum agar memudahkan aparat yang akan bertindak di lapangan.

"Berikan kewenangan TNI untuk masuk di dalam RUU ini, tentu saja dengan alasan-alasan yang saya kira Menkopolhukam sudah siapkan untuk ini," imbuhnya.

Presiden juga mengharapkan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) agar terus menyebarkan program-program deradikalisasi atau pencegahan paham-paham terorisme melalui sekolah-sekolah, tempat ibadah, dan di dalam penjara.

"Kemudian di media sosial, karena ini juga akan sangat mengurangi aksi terorisme yang hampir semua negara mengalami," pungkasnya.

--- Redem Kono

Komentar