Breaking News
  • BI: penurunan suku bunga mendorong intermediasi perbankan
  • BI: penurunan suku bunga sudah perhitungkan FFR
  • Perusahaan China bidik sejumlah proyek infrastruktur di Indonesia
  • Petambak Lombok berpenghasilan Rp20 juta per bulan
  • Tiga BUMN kembangkan pelabuhan dukung Tol Laut

INVESTASI Presiden Optimistis "Capital Inflow" Meningkat di 2018 04 Jul 2017 16:43

Article image
Presiden Jokowi saat berkunjung ke Bursa Efek Indonesia (BEI). (Foto: Suara.com)
Presiden mengatakan, dirinya juga mengajak para pengusaha asing yang memiliki perusahaan di dalam negeri agar mendaftarkan diri sebagai pelaku pasar di BEI.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Presiden Joko Widodo optimistis arus modal yang masuk ke pasar modal Indonesia akan meningkat pada 2018.

"Kita optimis, angkanya sudah kita sebut, tadi 1 tahun saja Rp126 triliun pada 2016, sedangkan tahun ini baru setengah tahun sudah Rp124 triliun," kata Presiden Joko Widodo di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Selasa.

Presiden meninjau The Indonesia Capital Market Institute (TICMI) dan TV Bursa di lantai 1 gedung BEI dan War Room di lantai 6 selama sekitar 2 jam. 

Presiden Jokowi didampingi Menteri Keuangan Sri Mulyani, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardjojo, Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman Hadad, Direktur utama PT BEI Tito Sulistio serta Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Jumlah Rp126 triliun itu adalah total capital inflow (modal yang masuk) ke pasar surat berharga negara, saham, dan obligasi korporasi pada 2016 yang merupakan data dari OJK dan Kementerian Keuangan.

"Kita berharap moga-moga bisa double," kata Presiden.

Presiden mengatakan, dirinya juga mengajak para pengusaha asing yang memiliki perusahaan di dalam negeri agar mendaftarkan diri sebagai pelaku pasar di BEI.

"Kita ini mengajak, kita tidak memaksa, kita mengajak baik-baik karena produksinya di Indonesia, berkebunnya di Indonesia, masa listing-nya di luar?" kata Presiden.

Presiden juga terus mendorong penjualan saham umum perdana (initial public offering atau IPO) oleh anak-anak perusahaan BUMN.

"Kita mendorong terutama anak-anak perusahaan BUMN agar juga bisa segera listing (pencatatan saham) karena kita butuh pembiayaan yang besar untuk membangun infrasktruktur, tidak mungkin semuanya dilakukan dengan peminjaman," jelas Presiden.

Dalam kunjungan itu, Presiden mengapresiasi meningkatnya nilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) BEI. 

"Indeks harga saham gabungan kita ini kan tembus ke 5.900, meski yang namanya bisa naik dan bisa turun, tapi artinya apa? Pasar menilai negara kita, Indonesia ini, memiliki prospek yang bagus untuk berinvestasi," kata Presiden.

IHSG BEI pada Senin (3/7) ditutup naik 80,52 poin atau 1,38 persen menjadi 5.910,23 poin sedangkan pada Selasa (4/7), IHSG dibuka turun 23,51 poin atau 0,40 persen menjadi 5.886,72 poin.

 

--- Very Herdiman

Komentar