Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

OLAHRAGA Presiden Jokowi Serahkan Bonus Sebelum Acara Penutupan Asian Games 2018 02 Sep 2018 14:08

Article image
Presiden Joko Widodo menyerahkan bonus kepada para atlet dan pelatih yang meraih medali dalam ajang Asian Games 2018 di Istana Negara, Jakarta, Minggu (2/9/2018). (Foto: Antara)
Presiden Joko Widodo mengatakan, capaian medali dalam Asian Games 2018 yang diraih kontingen Indonesia adalah lompatan besar yang menjadi fondasi untuk prestasi olahraga Indonesia selanjutnya.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Presiden Joko Widodo menyerahkan bonus kepada para atlet dan pelatih yang meraih medali dalam ajang Asian Games 2018 di Istana Negara, Jakarta, Minggu (2/9/2018).

"Terima kasih atas sejarah emas yang ditorehkan, karena itu saya sampaikan kemarin ke Menpora, bonus atlet peraih medali saya ingin berikan secepatnya sebelum acara penutupan dilakukan," kata Presiden Joko Widodo di Istana Negara.

Presiden seperti dilaporkan Antara, menyampaikan hal itu dalam Silaturahim Presiden Republik Indonesia dengan para Atlet dan Pelatih Nasional Peraih Medali pada Asian Games XVIII Tahun 2018 sekaligus penyerahan bonus secara simbolis kepada para atlet dan pelatih yang meraih medali. Acara itu juga dihadiri oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Ibu Mufidah Kalla, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrowi serta pejabat terkait lainnya.

Indonesia total meraih  31 medali emas 24 medali perak 43 medali atau 98 medali dan menduduki peringkat ke-4 negara peraih medali di ajang Asian Games 2018.

 "Kalau pagi ini atau siang nanti atau sore nanti masih ada tambahan medali, akan saya berikan langsung juga di sini, tahu-tahu ada tambahan emas saya berikan di sini, siapa tahu," ungkap Presiden yang mengundang tawa para atlet.

Presiden mengaku bahwa awalnya pemerintah hanya menargetkan perolehan 16 keping medali emas.

"Itu juga banyak yang sanksi, banyak yang pesimis, saya 'ngomong' bolak-balik ke pak Wapres, angka ini bener tidak 16 (emas) apa perlu kita hitung lagi? Optimis boleh tapi juga harus realistis hitungannya, eh malah ada yang mengatakan tambah lagi 4 (emas), 16 (emas) saja deg-degan, ini masih mau ditambah lagi, tapi hari ini bukti itu benar nyata, 98 medali emas, perak dan perunggu bisa kita peroleh dari seluruh cabang olah raga," jelas Presiden.

Menurut Presiden, capaian itu adalah  lompatan besar yang menjadi fondasi untuk prestasi olahraga Indonesia selanjutnya.

Presiden secara simbolis menyerahkan buku tabungan berisi bonus kepada masing-masing atlet peraih medali emas, perak dan perunggu. Buku tabungan bagi peraih emas diberikan kepada Eko Yuli Irawan (angkat besi), Puspa Arum Sari (pencak silat), Aries Susanti Rahayu (panjat tebing). Perwakilan dari peraih perak adalah Sri Wahyuni (angkat besi), Aspar (panjat tebing), Alexander Elbert Sie (soft tenis). Sedangkan dari perunggu diwakili oleh Nining Purwaningsih (sepeda downhill), Amri Rusdana (pencak silat) dan Bunga Imas (skateboard).

Peraih medali emas diberikan bonus Rp 1,5 miliar secara penuh dengan pajak sudah di Adapun untuk pasangan atau ganda, mendapatkan Rp1 miliar per orang dan Rp 750 juta per orang untuk beregu.

Khusus untuk peraih medali emas, pemerintah Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimulyono menyatakan akan membangunkan rumah tipe 36 dengan kisaran Rp 70-100 juta.

Sama seperti peraih medali emas, bonus untuk pendulang perak pun terbagi ke dalam tiga kelas. Untuk tunggal jumlahnya (Rp 500 juta), ganda (Rp 400 juta), dan beregu (Rp 300 juta) per orang.

Adapun, untuk setiap atlet tunggal yang merebut medali perunggu, dihadiahi Rp 250 juta, ganda Rp 200 juta dan beregu Rp 150 juta per atlet.

Para pelatih beregu mendapatkan Rp 600 juta untuk emas, Rp 200 juta untuk perak, dan Rp 100 juta untuk perunggu. Sedangkan untuk setiap medali kedua dan seterusnya, para pelatih mendapatkan Rp 225 juta untuk emas, Rp 75 juta untuk perak, dan Rp 37,5 juta untuk perunggu.

Untuk asisten pelatih perorangan/ganda mendapatkan Rp 300 juta untuk emas, Rp 100 juta untuk perak, dan Rp 50 juta untuk perunggu. Para asisten pelatih beregu mendapatkan Rp 375 juta untuk emas, Rp 125 juta untuk perak, dan Rp 62,5 juta untuk perunggu.

 Setiap medali kedua dan seterusnya, para asisten pelatih mendapatkan Rp 150 juta untuk emas, Rp 50 juta untuk perak, dan Rp 25 juta untuk perunggu.

--- Simon Leya

Komentar