Breaking News

NASIONAL Presiden Tegaskan Agar Reformasi Fundamental Sektor Kesehatan Dipercepat 14 Aug 2020 10:35

Article image
Presiden Jokowi saat berpidato pada Sidang Tahunan MPR-RI dan Sidang Bersama DPR-RI dan DPD-RI Tahun 2020, di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Jumat (14/8/2020). (Foto: Antara News)
Penguatan kapasitas SDM, pengembangan rumah sakit dan balai kesehatan, serta industri obat dan alat kesehatan harus diprioritaskan.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan reformasi fundamental di sektor kesehatan harus dipercepat merespon pandemi COVID-19 yang terjadi saat ini.

Jokowi mengatakan ini saat berpidato pada Sidang Tahunan MPR-RI dan Sidang Bersama DPR-RI dan DPD-RI Tahun 2020, di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Jumat (14/8/2020).

“Dengan peristiwa pandemi ini, maka reformasi fundamental di sektor kesehatan harus kita percepat,” kata Presiden Jokowi seperti dilansir Antara News.

Kepala Negara yang tampil mengenakan pakaian adat Nusa Tenggara Timur (NTT) asal Pulau Sabu, menambahkan bahwa orientasi pada pencegahan penyakit dan pola hidup sehat harus diutamakan.

Di sisi lain penguatan kapasitas SDM, pengembangan rumah sakit dan balai kesehatan, serta industri obat dan alat kesehatan harus diprioritaskan.

Selain itu ketahanan dan kapasitas pelayanan kesehatan harus kita tingkatkan secara besar-besaran.

“Demikian pula halnya dengan ketahanan pangan, dengan menjamin kelancaran rantai pasokan makanan dari hulu produksi sampai hilir distribusi, ke seluruh wilayah negeri,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya efisiensi produksi pangan, peningkatan nilai tambah bagi petani, penguatan koperasi, dan metode korporasi petani akan terus ditingkatkan.

“Food estate sedang dibangun untuk memperkuat cadangan pangan nasional, bukan hanya di hulu, tetapi juga bergerak di hilir produk pangan industri,” katanya.

Ia menambahkan bahwa upaya itu bukan lagi menggunakan cara-cara manual, tetapi menggunakan teknologi modern dan pemanfaatan kecanggihan digital. Bukan hanya untuk pasar domestik, tetapi juga untuk pasar internasional.

--- Simon Leya

Komentar