Breaking News
  • Bekasi siapkan 1000 polisi kawal buruh pada May Day
  • Bupati Mojokerto ditetapkan tersangka suap dan gratifikasi
  • Evakuasi pesawat Lion belum selesai, bandara Gorontalo masih ditutup
  • INKA Mulai Kirim "LRT" ke Sumatera Selatan
  • Jokowi Akan Jajaki Ruas Jalan Trans Papua-Papua Barat

PENDIDIKAN Presiden Tegaskan Dana Abadi Pendidikan untuk Investasi Jangka Panjang Penerus Bangsa 29 Dec 2017 15:35

Article image
Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama jajaran Kabinet saat Rapat terbatas di Istana Kepresidenan Bogor pada Rabu (27/12). (Foto: ist)
"Dana abadi pendidikan juga seharusnya bisa menyentuh sektor ketenagakerjaan kita yang saat ini mayoritas lulusan SD dan SMP..."

BOGOR, IndonesiaSatu.co -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan bahwa dana abadi pendidikan merupakan investasi jangka panjang. Ia kembali membahas soal dana abadi tersebut pada Rabu, (27/12) di Istana Kepresidenan Bogor.

Presiden menekankan bahwa dana abadi pendidikan yang telah dialokasikan itu akan terus meningkat di masa mendatang. Dana abadi pendidikan ini merupakan salah satu instrumen bagi pemerintah untuk mewujudkan kualitas SDM Indonesia yang unggul.

"Saya ingin menekankan bahwa investasi sumber daya manusia sangatlah penting untuk menyiapkan Indonesia menjadi negara yang kompetitif dan maju. Dana abadi pendidikan kita telah mencapai lebih dari Rp31 triliun dan akan terus meningkat di tahun-tahun yang akan datang," ujarnya mengawali rapat terbatas tindak lanjut program dana abadi pendidikan.

Dikutip dari rilis Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin, tak lama lagi, pemerintah akan memfokuskan perhatiannya pada peningkatan dan pembangunan sumber daya manusia (SDM).

"Ini bisa menjadi sebuah jembatan untuk memperbaiki kualitas SDM Indonesia hari ini dan di masa-masa ke depan. Untuk itu, dana abadi pendidikan ini harus dikelola secara tepat, produktif, terukur, dan jelas manfaatnya bagi peningkatan kualitas SDM bangsa kita," tuturnya.

Selain itu, Kepala Negara juga menginstruksikan agar bidang studi para penerima beasiswa dana abadi pendidikan merupakan bidang studi yang benar-benar dibutuhkan Indonesia saat ini dan di masa-masa mendatang.

"Jangan asal mengirim ke luar negeri, harus ada pemetaan di bidang-bidang strategis apa yang kita sekarang ini tertinggal," Ia menambahkan.

Lebih lanjut, dana abadi pendidikan ini diharapkan tidak hanya digunakan untuk beasiswa semata. Presiden meminta agar sebagian dari dana tersebut disisihkan untuk membiayai penelitian-penelitian yang dilakukan putra-putri bangsa.

"Yang berkaitan dengan pangan dan energi, mengantisipasi disrupsi teknologi, pengembangan digital ekonomi, dan riset-riset produktif lainnya. Syaratnya satu, hasil riset jangan menumpuk di perpustakaan," tuturnya.

Tak kalah pentingnya, dunia industri juga masih memerlukan peningkatan kapasitas. Untuk itu, ia juga berharap agar dana abadi pendidikan mampu menyentuh sektor ketenagakerjaan.

"Dana abadi pendidikan juga seharusnya bisa menyentuh sektor ketenagakerjaan kita yang saat ini mayoritas lulusan SD dan SMP. Saya minta dikalkulasi jika program beasiswa bisa diberikan kepada para pekerja untuk meningkatkan keterampilannya sehingga mereka lebih profesional dan memiliki keahlian yang baik," pungkasnya.

--- Sandy Romualdus

Komentar