Breaking News
  • Banjir landa 21 kelurahan di Tebing Tinggi
  • Imigrasi Ngurah Rai beri "exit pass" seminggu bagi wisman
  • Jokowi: Kawasan GBK Harus Jadi Ruang Publik Bagi Masyarakat
  • PVMBG: gas SO2 Gunung Agung menurun
  • Sebanyak 50 ton ikan Danau Maninjau mati

ENERGI Presiden Tegaskan Indonesia Harus Kuasai 51 Persen Saham Freeport 10 Jan 2018 17:30

Article image
Lokasi tambang Freeport di Papua. (Foto: Ist)
Presiden menegaskan, dalam 10 tahun terakhir Indonesia hanya 9,3 persen saham Freeport. Maka saat ini tepat bahwa Indonesia menguasai 51 persen saham Freeport.

ROTE, IndonesiaSatu.co -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan pemerintah Indonesia harus mendapatkan saham minimal 51 persen PT Freeport Indonesia, yang mengelola tambang emas di Papua.

Saat mengunjungi Pulau Rote, pula paling selatan Indonesia, Selasa (9/1/2018), ia mengatakan bahwa dalam 10 tahun terakhir Indonesia hanya 9,3 persen saham perusahaan itu. "Saat ini saya sudah perintahkan agar Indonesia dapat 51 persen," katanya.

Jokowi, yang pernah menjadi Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta, mengatakan negosiasi mengenai bagian saham pemerintah itu sangat alot. "Sangat alot pembahasannya, tetapi walaupun alot yang penting jangan kalah," katanya.

Ia menambahkan bahwa pada Agustus 2017, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Johan dan Menteri Keuangan Sri Mulyani serta CEO Freeport McMoran Richard Adkerson telah berbicara mengenai pembagian saham. "Tetapi detail 51 persen sahamnya itu masih dinegosiasikan lagi antara pemerintah dan Freeport," ujarnya.

Presiden juga berbicara tentang Blok Mahakam di Kalimantan Timur, yang dalam 50 tahun terakhir dikelola oleh perusahaan asing,  PT Total E & P Indonesie (TEPI) dan Inpex Corporation.

"Per 1 Januari Blok Makaham 100 persen sudah jadi milik kita setelah selama puluhan tahun jadi milik asing," katanya, menambahkan setelah menjadi milik Indonesia blok itu akan dikelola oleh PT Pertamina Hulu Mahakam.

--- Sandy Romualdus

Komentar