Breaking News
  • Bos First Travel Andika Divonis 20 Tahun, Istrinya 18 Tahun
  • Dolar AS Melambung, Harga Premium dan Solar Tak Naik Tahun Ini
  • Hendropriyono: TNI/Polri Jangan Takut Tegakkan Hukum
  • JK: Eks Koruptor Dilarang Nyaleg Agar Wibawa DPR Baik
  • Jonan Targetkan Akuisisi Saham Freeport Rampung Juni

INTERNASIONAL Presiden Trump: AS akan Hentikan Latihan Militer dengan Korea Selatan 12 Jun 2018 18:20

Article image
Pemimpin Korut Kim Jong-un (kiri) dan Presiden AS Donald Trump di Singapura. (Foto: Reuters via spiegel.de)
Sebelumnya, Korut berulang kali mengecam latihan militer AS-Korsel sebagai langkah provokatif dan aksi yang memperburuk situasi di Semenanjung Korea.

SINGAPURA, IndonesiaSatu.co -- Pertemuan bersejarah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un yang digelar di Hotel Capella, Pulau Sentosa, Singapura, Selasa (12/6/2018), berlangsung dengan lancar.

Seperti diberitakan, kedua pemimpin negara telah menandatangani kesepakatan bilateral, yang secara dominan berisi komitmen bersama untuk memulihkan hubungan kedua negara dan menciptakan perdamaian di kawasan Semenanjung Korea.

Sesuai kesepakatan tersebut, Korea Utara dipastikan akan segera melakukan denuklirisasi persenjataannya.

Sementara itu, Presiden Trump menegaskan, pada waktunya AS akan menghentikan latihan militer dengan Korea Selatan untuk menjaga situasi yang kondusif dengan Korea Utara.

"Saya akan memulangkan prajurit-prajurit kami kembali ke negara kami. Saya ingin mereka kembali ke basis dan rumahnya," ujar Trump sebagaimana dikutip dari Frankfurter Allgemeine Zeitung/faz.net, Selasa (12/6/2018).

Sejauh ini latihan militer gabungan AS dan Korsel yang rutin dilakukan setiap tahun kerap memicu reaksi negatif di Pyongyang.

Pihak Korut berulang kali mengecam latihan militer AS-Korsel sebagai langkah provokatif dan aksi yang memperburuk situasi di Semenanjung Korea.

--- Rikard Mosa Dhae