Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

INTERNASIONAL Presiden Trump Desak Raja Salman Akhiri Blokade Terhadap Qatar 12 Apr 2018 23:25

Article image
Presiden AS Donald Trump (kiri) berjabat tangan dengan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz (Foto: AFP-Kompas.com)
"Presiden Trump menekankan bahwa perseteruan yang terjadi antara Saudi dan negara-negara Emirat dengan Qatar adalah hal yang tak masuk akal," kata seorang pejabat Gedung Putih dalam pernyataannya.

WASHINGTON DC, IndonesiaSatu.co-- Presiden AS, Donald Trump mendesak kepada Arab Saudi dan juga negara-negara Arab lainnya untuk mengakhiri blokade terhadap Qatar.

Mengutip The New Arab sebagaimana dilansir Kompas.com, Kamis (12/4/18), melalui sambungan telepon dengan Raja Saudi, Salman bin Abdulaziz, Presiden Trump menyampaikan harapannya agar negara-negara Arab dapat memperbaiki hubungannya dengan Qatar. Trump bahkan memberikan tenggat waktu tiga pekan bagi Riyadh dan negara-negara Arab lainnya untuk mengakhiri pemboikotan terhadap Doha.

"Presiden Trump menekankan bahwa perseteruan yang terjadi antara Saudi dan negara-negara Emirat dengan Qatar adalah hal yang tak masuk akal," kata seorang pejabat Gedung Putih dalam pernyataannya.

Presiden Trump sebelumnya telah menerima Emir Qatar, Tamim bin Hamad Al Thani di Gedung Putih dalam kunjungan resmi pada Selasa (10/4/18).

Dari kunjungan tersebut, AS bahkan setuju menjual rudalnya ke Doha hingga senilai Rp 4 triliun. Kunjungan itu sekaligus menunjukkan perubahan besar dalam hubungan kedua negara. Pemerintah AS bahkan berani memberi jaminan secara terbuka bahwa Qatar akan berhenti mendanai terorisme.

Jaminan tersebut guna membalik tuduhan yang dilancarkan Saudi dan negara-negara Uni Emirat yang menjadi dasar dalam memberlakukan blokade terhadap Qatar. Trump bahkan turut sempat mengecam keras negara kaya minyak dan gas bumi itu dan menyebutnya sebagai negara sponsor utama kelompok teroris. Pemerintah Qatar selama ini terus berupaya untuk dapat menjadi mitra yang bermanfaat bagi AS.

Selain menjadi tuan rumah bagi 10.000 pasukan AS di pangkalan udara Al-Udied, pusat komando utama militer AS di Timur Tengah, pemerintah Qatar juga tengah membangun fasilitas tambahan bagi para personil tentara itu untuk membuatnya lebih nyaman. Perselisihan Arab Saudi dan negara-negara Emirat dengan Qatar mulai terjadi pada Juni 2017 lalu setelah Saudi menuduh Doha telah menjalin hubungan dekat dengan Iran yang adalah rival Arab Saudi. Selain itu, Qatar juga disebut telah menjadi negara pendukung kelompok ekstremis Islam.

--- Guche Montero

Komentar