Breaking News

INTERNASIONAL Presiden Trump Izinkan Warga AS Danai Riset Israel di Tepi Barat 29 Oct 2020 12:02

Article image
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto: AFP)
Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengecam keputusan Trump dan menyebutnya sebagai bentuk partisipasi Amerika Serikat dalam penjajahan Palestina.

WASHINGTON, IndonesiaSatu.co -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengakhiri kebijakan yang melarang warga Amerika mendanai proyek riset Israel di wilayah di Tepi Barat.

Seperti dilansir faz.net, Kamis (29/10/2020), hal tersebut dilakukan Trump menjelang Pilpres Amerika yang akan berlangsung pekan depan.

Sebelumnya, larangan bagi warga AS untuk mendanai riset Israel di Tepi Barat diberlakun dalam hubungan dengan sengketa kedaulatan antara Israel dan Palestina di kawasan tersebut.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memberikan tanggapan poisitif atas langkah Trump tersebut.

Netanyahu merayakan keputusan Trump mengakhiri larangan itu dengan pembukaan Pusat Riset AS-Israel di Ariel, Tepi Barat.

"Ini merupakan visi Trump, melibatkan Judea dan Samaria dalam kerjasama akademik, komersil, dan saintifik dengan Amerika Serikat," ungkap Netanyahu pada hari Rabu kemarin seperti dikutip dari faz.net.

Ia juga menyebutkan, berakhirnya larangan pendanaan untuk proyek-proyek di Tepi Barat juga merupakan salah satu langkah kemenangan Israel di tengah upaya sejumlah negara untuk mendelegitimasi pembangunan Israel di Tepi Barat sejak perang Timur Tengah tahun 1967.

Sementara itu, Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengecam keputusan Trump dan menyebutnya sebagai tanda partisipasi Amerika Serikat dalam penjajahan Palestina.

Abbas menegaskan, kebijakan Trump itu tidak bisa diterima karena sengketa wilayah kedaulatan antara Israel dan Palestina belum diselesaikan.

Sejumlah pengamat politik mengatakan, langkah Donald Trump memperkuat hubungan dengan Israel berkaitan dengan kepentingan politiknya pada pilpres Amerika. Trump ditengarai sedang berupaya mengamankan dukungan komunitas Yahudi dan Kristen Evangelis yang menyokong keberadaan Israel di Tepi Barat.

 --- Rikard Mosa Dhae