Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

INTERNASIONAL Presiden Trump Pertimbangkan Grasi kepada Muhammad Ali 09 Jun 2018 23:37

Article image
Foto Legenda Tinju Dunia Kelas Berat, Muhammad Ali (Foto:AFP)
"Saya sedang memikirkan tentang Muhammad Ali dan mempertimbangkannya dengan sangat serius," kata Trump.

 

WASHINGTON DC, IndonesiaSatu.co-- Presiden Amerika Serikat, Donald Trump tengah mempertimbangkan pemberian grasi atau pengampunan kepada sekitar 3.000 orang yang kemungkinan telah mendapat hukuman yang tidak adil.

"Kami memiliki sekitar 3.000 nama yang sedang kami pertimbangkan. Dari nama-nama tersebut, banyak di antaranya yang telah mendapat perlakuan hukum yang tidak adil," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih, Jumat (8/6/18) sebagaimana dilansir AFP.

Trump mengatakan bahwa pada beberapa kasus, hukuman yang dijatuhkan terlalu lama. Di antara 3.000 nama yang tengah dipertimbangkan, salah satunya adalah mantan juara dunia tinju kelas berat, Muhammad Ali. Trump menyebutkan tengah mempertimbangkan pengampunan untuk Ali yang telah meninggal dunia pada 2016 lalu.

Sang legenda tinju dunia kelas berat tersebut diputuskan bersalah karena telah menolak perintah untuk bergabung dengan militer AS pada 1967 dan ikut berperang melawan Vietnam. Ali menolak perintah untuk mengabdi pada negara dengan alasan perang bertentangan dengan ajaran dan hati nuraninya. Dinyatakan bersalah, Ali dijatuhi hukuman lima tahun penjara dan denda.

Meski demikian, Ali tidak pernah menjalani hukuman penjara karena saat tengah dalam proses banding, Mahkamah Agung AS membatalkan hukumannya.

"Saya sedang memikirkan tentang seseorang yang kalian kenal dengan baik. Dia sudah mengalami banyak hal dan setelahnya tidak lagi terlalu populer. Kenangan tentangnya sangat populer sekarang. Saya sedang memikirkan tentang Muhammad Ali dan mempertimbangkannya dengan sangat serius," kata Trump.

Tidak disebutkan alasan Trump ingin memberi grasi kepada Muhammad Ali, mengingat Ali tidak pernah benar-benar dipenjara dan putusan hukumannya juga telah dibatalkan.

Presiden Trump bahkan menegaskan bahwa dia akan berbicara dengan para pemain Liga Futbal Nasional (NFL) yang telah mendesak untuk dilakukannya reformasi peradilan pidana. Trump ingin mendengarkan rekomendasi mereka tentang orang-orang yang telah mendapat perlakukan hukum tidak adil.

--- Guche Montero

Komentar