Breaking News

NASIONAL Prihatin Dengan Pengangguran Kaum Terdidik, Angelo: Aspek Kewirausahaan Mesti Digenjot 31 Oct 2019 15:25

Article image
Anggota DPD RI, Angelo Wake Kako saat menjadi narasumber Seminar Memperingati Hari Sumpah Pemuda. (Foto: Dok. Tim AWK)
"Dorongan kita agar anak muda berwirausaha, namun negara jangan sampai menonton. Ancaman akan ledakan angkatan kerja (bonus demografi) harus disikapi sejak sekarang," tandas Angelo.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co-- Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Angelo Wake Kako mengaku prihatin dengan angka pengangguran kaum terdidik yang terus meningkat signifikant.

Menurut Anggota senator termuda asal Nusa Tenggara Timur (NTT) ini, meningkatnya kaum terdidik ini cukup mengkwatirkan jika pemerintah tidak segera mencari solusi.

"Secara umum, pengangguran memang menunjukkan tren menurun. Namun, pengangguran terdidik justru naik, di mana para lulusan Diploma dan Sarjana naikenjadi 6,8 persen dari 6,4 persen," ungkap Angelo saat menjadi pembicara seminar bertajuk "Menggelorakan Sumpah Pemuda Dalam Pembangunan Berkelanjutan" bertempat di Hotel Gren Alia Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (30/10/19).

Menurut Angelo, meningkatnya pengangguran kaum terdidik saat ini, di antaranya disebabkan oleh karena tidak sesuainya mata kuliah di dunia kampus dengan kebutuhan pasar lapangan kerja.

"Hal ini tentu menjadi ancaman masa depan bangsa apabila dunia pendidikan tidak melakukan pembenahan dalam menciptakan kualitas Sumber Daya Manusia yang mumpuni. Harus ada link and match antara situasi di kampus dengan kebutuhan pasar kerja," nilainya.

Angelo beralasan, Indonesia sudah berada pada ledakan jumlah angkatan kerja yang besar, sehingga harus dimanfaatkan dan dimaksimalkan.

"Dengan naiknya pengangguran terdidik, itu lebih berbahaya. Jika para lulusan Diploma baik D3, D4 maupun Sarjana dan pasca-Sarjana menganggur, ini bahaya untuk negara yang besar ini," imbuhnya.

Negara Harus Hadir

Angelo menerangkan bahwa Indonesia sedang mempersiapkan diri sebagai negara dalam kategori 4 besar pada tahun 2045 mendatang. Menurutnya, Negara harus hadir untuk menyelesaikan persoalan pengangguran kaum terdidik ini dan menekan angka pengangguran agar tidak meningkat.

"Negara harus hadir dan mencarikan solusi guna mengatasi kebuntuan antara kebutuhan pasar kerja dengan peran lembaga pendidikan tinggi. Harus ada link and match atau sinergi antara kebutuhan pasar tenga kerja dengan kampus. Karena, jangan sampai setelah menempuh jenjang pendidikan formil hingga level perguruan tinggi, banyak angkatan kerja usia produktif kemudian menganggur. Jadi, pemerintah harus segera sadar," sorotnya.

Jiwa Kewirausahaan

Selain meminta negara hadir dalam menyesaikan masalah pengangguran, Angelo juga mendorong agar anak-anak muda yang menjadi pewaris masa depan bangsa ini, memiliki jiwa kewirausahaan (enterpeneurship).

"Kewirausahaan sangat penting untuk menciptakan lapangan kerja. Negara melalui pemerintah harus bisa menfasilitasi mereka, sehingga tercipta lapangan kerja luas. Misalnya, dukungan agar anak-anak muda bisa berwirausaha. Kendala-kendala apa yang harus disentuh agar mereka bisa berwirausaha. Dorongan kita agar anak muda berwirausaha, namun negara jangan sampai menonton. Ancaman akan ledakan angkatan kerja (bonus demografi) harus disikapi sejak sekarang," tandas Angelo.

Selain Angelo, hadir sebagai pembicara pada seminar tersebut yakni mantan Ketua Umum PB HMI dan mantan Ketua Umum KAMMI, Kartika Nur Rakhman.

Hadir juga Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK), Bursah Zarnubi dan ratusan peserta dari kalangan pemuda dan mahasiswa lintas kampus.

--- Guche Montero

Komentar