Breaking News

REGIONAL Prioritaskan Penanganan Covid-19, Bupati Ende Minta Para Kades Alokasikan Dana Desa 16 Apr 2020 14:11

Article image
Bupati Ende, Djafar Achmad saat memberikan keterangan pers kepada awak media. (Foto: ekorantt.com)
“Perubahan APBDes sebagaimana diamanatkan dalam Permendes Nomor 6 tahun 2020 terutama berkaitan dengan pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada penduduk miskin di desa. Hal ini dikarenakan adanya bencana non-alam seperti penyebaran Covid-19 yang men

ENDE, IndonesiaSatu.co-- Bupati Ende, H. Djafar H. Achmad meminta para kepala desa se-Kabupaten Ende untuk melakukan perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) guna pencegahan dan penanganan Virus Corona (Covid-19).

Hal tersebut sebagai tindak lanjut dari Peraturan Menteri Desa (Permendes) Nomor 6 tahun 2020 tentang prioritas penggunaan dana desa tahun anggaran 2020.

“Perubahan APBDes sebagaimana diamanatkan dalam Permendes Nomor 6 tahun 2020 terutama berkaitan dengan pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada penduduk miskin di desa. Hal ini dikarenakan adanya bencana non-alam seperti penyebaran Covid-19 yang mengancam keselamatan manusia,” kata Bupati Djafar yang juga Ketua Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Ende pada rapat evaluasi Tim Gugus Tugas di Ruang Rapat Kantor Bupati Ende, Rabu (15/4/20) seperti dilansir ekorantt.com

Bupati Djafar juga meminta asisten I untuk segera berkoordinasi dengan Dinas dan Badan terkait agar memerintahkan seluruh kepala desa agar mengalokasikan dana desa untuk penanganan Covid-19, baik untuk pembentukan posko desa maupun perencanaan BLT kepada warga miskin di desa.

“Kita ini masih siaga bencana, sehingga perlu segera disikapi,” imbau Bupati Djafar.

Sementara itu, Koordinator Tenaga Ahli Pendamping Profesional Kabupaten Ende, Vinsen Pati Tukan menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan seluruh pendamping desa untuk melakukan sosialisasi Permendes Nomor 6 sekaligus memfasilitasi pembentukan tim relawan penanganan Covid-19 di masing-masing desa.

“Permendes Nomor 6 Tahun 2020 mengamanatkan agar setiap kepala desa dapat mengalokasikan dana desa untuk penanganan bencana Covid-19. Kami akan berkoordinasi dengan Pemkab Ende tentang data penerima bantuan sosial yang sudah diintervensi melalui Program Keluarga Harapan (PKH) maupun bantuan langsung lainnya,” ujarnya

Pati Tukan menerangkan bahwa besaran BLT bervariasi, dilihat dari porsi ADD dari masing-masing Desa.

“Rinciannya; desa dengan Alokasi Dana Desa (ADD) di bawah Rp. 800 juta, dapat mengalokasikan 25 % dari total dana desa. Sementara Desa dengan ADD Rp. 800 juta hingga Rp. 1 miliar, dapat mengalokasikan 30 % dari total dana desa. Khusus desa dengan ADD di atas Rp.1,2 miliar, dapat mengalokasikan 35 % dari total dana desa,” terangnya.

Untuk diketahui, hingga April 2020, 256 desa di Kabupaten Ende sedang dalam tahap finalisasi APBDes dan belum ada satu  pun desa yang mencairkan dana desa tahap I.

--- Guche Montero

Komentar