Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

INTERNASIONAL Profesor Sussex University Tuding Israel Dalangi Teror 9/11 08 Nov 2018 14:56

Article image
Peristiwa serangan ke menara kembar World Trade Center (WTC) pada 9 September 2001 lalu. (Foto: The Atlantic)
Profesor Kees van der Pijl dari Sussex University ini juga menuduh Al Qaeda adalah kaki tangan untuk Mossad dan menyalahkan Israel untuk teror 9/11.

SUSSEX, IndonesiaSatu.co – Seorang profesor di Inggris meramaikan jagad media dengan klaim bahwa Israel adalah otak di balik tragedi penyerangan menara kembar World Trade Center (WTC) pada 9 September 2001 lalu.

Apa yang dikatakan profesor bernama lengkap Kees van der Pijl ini sebenarnya bukan klaim baru. Karena sebelumnya sudah ada banyak pakar yang berteori bahwa tragedy 911 adalah hasil dari konspirasi AS.

Prof Dr Morgan Reymonds (guru besar pada Texas University, USA) misalnya menyatakan ”Belum ada bangunan…baja…ambruk hanya… oleh kobaran api”.

Selain itu, Michael Meacher (mantan Menteri Lingkungan Inggris, 1997 – 2003) berpendapat ”…perang melawan terorisme… dijadikan…tabir kebohongan guna mencapai tujuan-tujuan strategis geopolitik AS”.

Ada lagi Prof Dr  Steven E. Jones (guru besar fisika pada Birgham Young University, USA) membeberkan hasil risetnya ”…bahan-bahan peledak telah diletakkan…di bangunan WTC”.

Mengutip Sputniknews (7/11/2018), Tempo.co menulis, profesor dari Sussex University ini menuduh Al Qaeda adalah kaki tangan untuk Mossad dan menyalahkan Israel untuk teror 9/11.

Profesor juga berbagi artikel ke platform teori konspirasi Wiki Spooks, menuduh pemerintah Israel mengatur serangan 11 September dengan bantuan dari Zionis di pemerintah AS.

Tweet itu dengan cepat menimbulkan reaksi. Kemudian profesor langsung menghapusnya.

Sussex University mengatakan mereka sedang menyelidiki masalah ini dan belum memutuskan apakah mereka akan mengambil tindakan disiplin terhadap profesor, yang sebelumnya menjabat sebagai kepala departemen hubungan internasional universitas.

Artikel yang sama dikutip oleh Pendeta Gereja Inggris Dr. Stephen Sizer pada 2015, di Holocaust Memorial dan dipaksa untuk meminta maaf atas komentarnya.

Dilansir dari Dailymail.co.uk, Van der Pijl sekarang tinggal di Amsterdam dan telah dianugerahi gelar emeritus pada 2012, gelar kehormatan yang diberikan kepada pensiunan akademisi yang memungkinkan mereka untuk tetap menyebut diri mereka profesor.

Selama di Sussex, dia menerima penghargaan atas kontribusi luar biasa nya untuk kehidupan akademik pada 2002, 2007, 2008, dan 2011.

Menanggapi kritikan anti-Semitisme atas klaim teror 9/11 Israel, profesor menjawab, "Jika kritik terhadap garis keras Likud dan Mossad, yang saat ini telah membuat jutaan orang mati dan beberapa negara hancur, adalah kejahatan anti-Semitisme, maka saya bersalah."

--- Simon Leya

Komentar