Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

INTERNASIONAL Protes Hasil Pemilu, Demonstran di Papua Nugini Bakar Pesawat 18 Jun 2018 23:23

Article image
Para demonstran membakar pesawat penumpang di Dataran Tinggi Papua Nugini (Foto: ABC News)
" Keadaan darurat akan diumumkan, dan pasukan keamanan tambahan akan dikerahkan untuk mencegah perilaku melanggar hukum lebih lanjut. Mereka yang terlibat akan ditahan oleh polisi dan diadili," ucap O'Neill.

MENDI, IndonesiaSatu.co-- Para pendukung dari seorang kandidat yang kalah dalam pemilihan umum Papua Nugini, melakukan demonstrasi anarkis dengan membakar sebuah pesawat penumpang di Dataran Tinggi Papua Nugini.

Para saksi mengatakan, pesawat Dash 8 yang akan meninggalkan kota Mendi pada Kamis (14/6/18) petang dihentikan dan dibakar oleh para demonstran.

Direktur Keperawatan Rumah Sakit Mendi, Anna Anda, mengatakan para pendukung calon yang kalah untuk kursi di provinsi Dataran Tinggi Selatan melakukan kerusuhan ketika mendengar berita tentang keputusan pengadilan tentang pemilu..

"Mereka mengamuk dan membakar semuanya, bahkan Air Niugini (pesawat). Aku bisa melihat asap hitam naik, itu sangat mengerikan," kata saksi mata.

Pihak maskapai Air Niugini mengeluarkan pernyataan untuk mengonfirmasi pesawatnya telah dirusak.

"A Link PNG (anak perusahaan maskapai) DHC-8 pesawat dirusak dalam kerusuhan sipil di bandara Mendi, Provinsi Dataran Tinggi Selatan hari ini menyusul keputusan hasil pemilu. Pesawat mengalami kerusakan ketika perusuh menyerbu tarmak, dan National Airports Corporation juga telah menutup bandara," kata perusahaan itu.

Pihak Air Niugini mengatakan, penumpang dan awak pesawat turun dari pesawat. Perselisihan mengenai kursi provinsi telah menyebabkan korban jiwa di Dataran Tinggi Selatan dan serangan terhadap bisnis yang sebelumnya dimiliki oleh Perdana Menteri, Peter O'Neill.

Para saksi di Mendi mengatakan massa berusaha membakar lebih banyak bangunan dalam kekerasan baru.

O'Neill mengatakan, pemerintah akan mengadakan pertemuan darurat Dewan Keamanan Nasional untuk menanggapi kekerasan tersebut.

"Tindakan yang kita lihat hari ini di Mendi sangat memalukan. Keadaan darurat akan diumumkan, dan pasukan keamanan tambahan akan dikerahkan untuk mencegah perilaku melanggar hukum lebih lanjut. Mereka yang terlibat akan ditahan oleh polisi dan diadili," ucap O'Neill.

Keadaan Darurat

Pihak Pemerintah Papua Nugini mengumumkan keadaan darurat di wilayah Dataran Tinggi Selatan, setelah massa bersenjata mengamuk dan membakar sebuah pesawat penumpang dan rumah gubernur setempat.

Dilansir dari AFP, Senin (18/6/18), kepolisian setempat mengatakan, massa marah akibat keputusan pengadilan untuk membatalkan petisi terhadap pemilihan Gubernur, William Powi pada 2017 di tengah kekhawatiran korupsi.

Perdana Menteri Papua Nugini, Peter O'Neill mengumumkan keadaan darurat selama 9 bulan dan membekukan pemerintahan provinsi.

"Keadaan normal sedang dipulihkan di provinsi ini. Tidak ada orang yang posisinya berada di atas hukum dan semua yang terlibat akan menghadapi kekuatan penuh dari hukum, serta bertanggung jawab atas kejahatan yang mereka lakukan," katanya dalam sebuah pernyataan.

Dalam peristiwa tersebut, selain memabakar sebuah pesawat milik maskapai nasional di bandara, para demonstran juga membakar rumah Powi dan gedung pengadilan lokal di kota Mendi.

Meski demikian, dilaporkan tidak ada yang terluka dalam insiden tersebut. Maskapai Air Niugini menyebut, awak pesawat Dash 8 itu berhasil menyelamatkan diri dan telah kembali ke Port Moresby. Pihak Air Niugini terpaksa menangguhkan penerbangan ke wilayah Dataran Tinggi Selatan.

"Kami melakukan tinjauan lengkap tentang apa yang terjadi dan menilai risiko sesuai dengan persyaratan Otoritas Keselamatan Sipil Penerbangan Sipil,"demikian pernyataan manajemen Air Niugini.

--- Guche Montero

Komentar