Breaking News

EKONOMI Proyek Pertamina Hemat Hingga 84 Triliun, Ahok: Kita Itu Bisa 05 Mar 2021 19:00

Article image
Komisaris Utama Pertamina, Basuki Tjahja Purnama saat berbincang dengan Direktur Utama, Nicke Widyawati. (Foto: ANTARA)
"Ini satu hal yang luar biasa. Kita itu bisa, kalau teliti, dipretelin satu-satu," kata Ahok.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co-- Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Basuki Tjahja Purnama alias Ahok senang melihat salah satu proyek perusahaannya di Tuban, Jawa Timur.

Sebab, biaya proyek ini bisa dipangkas hingga US$ 6 miliar lebih atau setara Rp 84 triliun (asumsi kurs Rp 14 ribu per dolar AS).

"Saya senang sekali," kata Ahok dalam acara Milad 9 Tahun Pesantren Motivasi Indonesia yang berada di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU) pada Ahad, 28 Februari 2021 lalu, seperti dilansir tempo.co

Awalnya, kata Ahok, capital expenditure alias belanja modal untuk proyek ini mencapai US$ 18 miliar. Ahok pun meminta biaya ini dihitung ulang.

Alhasil, kini biayanya menyusut jadi US$ 11 miliar lebih, sehingga langsung terjadi penghematan US$ 6 miliar lebih. 

"Ini satu hal yang luar biasa. Kita itu bisa, kalau teliti, dipretelin satu-satu," kata Ahok.

Tak lupa, Ahok juga memuji sosok Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati. Sebab, Nicke bisa menampung masukan untuk perbaikan yang disampaikan komisaris. 

"Saya beruntung (Dirut) sangat kooperatif," kata Ahok.

Meski demikian, Ahok tidak membeberkan detail proyek yang dimaksud. 

Di Tuban, Pertamina memiliki proyek kilang Gross Root Refinery (GRR) yang digarap oleh PT. Kilang Pertamina Internasional, Subholding Refining dan Petrochemical di bawah Pertamina.

Proyek ini juga yang beberapa waktu lalu membuat sejumlah warga desa di Tuban mendadak jadi miliarder. Sebab, warga mendapatkan puluhan miliar uang ganti rugi dari pembebasan lahan mereka untuk proyek.

--- Guche Montero

Komentar