Breaking News
  • Bengkulu inisiasi koridor gajah di bentang Kerinci Seblat
  • Gubernur Sumbar pecahkan rekor MURI pantun terbanyak
  • Ibrahimovic teken kontrak baru di MU pekan ini
  • Kanselir Jerman kritik Turki telah selewengkan fungsi Interpol
  • PSG menang 6-2 atas Toulouse, Neymar cetak dua gol

BOLA PSN Ngada Segera Laporkan Konspirasi Asprov NTT dan Panitia ETMC ke PSSI 10 Aug 2017 09:02

Article image
Korban berjatuhan akibat penonton yang berdesakan di laga final Liga III ETMC 2017 di Stadion Marilonga, Ende. (Foto: Ist)
"Pihak Asprov NTT merasa bahwa mereka bisa mengatasinya sendiri, sekarang terbukti sudah terjadi kerusuhan..."

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Persatuan Sepak Bola Ngada (PSN Ngada) akan melaporkan konspirasi Asprov NTT dan Panitia Liga Tiga El Tari Memorial Cup (ETMC) ke pengurus pusat Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Panitia dan Asprov NTT dinilai mengabaikan segi keamanan hingga kekisruhan pun pecah pada saat laga final liga III El Tari Memorial Cup 2017 yang mempertemukan kesebelasan Perse Ende dan PSN Ngada.

Pelatih PSN Ngada, Kletus M Gabhe, dalam pernyataan kepada IndonesiaSatu.co, Rabu (9/8/2017), sangat menyesalkan sikap Asprov NTT dan Panitia ETMC atas pembiaran tersebut. Menurutnya, panitia tidak memberi jaminan keamanan dan kenyamanan bermain bagi pemain karena memperbolehkan penonton duduk hingga di garis batas lapangan. 

"Beberapa pemain kami dipukul tetapi tidak ada sanksi ataupun sekadar peringatan dari wasit. Selama pertandingan anak-anak kami dilempari botol air. Puncaknya pemain kami Oscar Daga dipukul oleh pemain Perse bernomor punggung 7. Ini memicu reaksi pemain kita hingga menyenggol pemain bernomor punggung 7. Lalu ini memicu suporter Ende masuk.ke lapangan dan mengejar pemain kami dengan kayu dan balok," jelas Kletus.

Kletus lantas mempertanyakan lolosnya kayu dan balok ke dalam lapangan pertandingan. Ini menunjukkan lemahnya pengawasan panitia sehingga akhirnya chaos terjadi di partai grand final ini.

Kendati demikian, Kletus menegaskan menerima semua hasil konspirasi hingga PSN Ngada dinyatakan WO, tanpa mempertimbangkan faktor keamanan dan ricuhnya penonton. 

"Tetapi tidak menghentikan kami untuk melaporkan konspirasi ini ke PSSI Pusat dan pihak-pihak yang berkepentingan," pungkas Kletus.

Investigasi Panitia

PSSI sebelumnya telah berencana segera menginvestigasi kekisruhan yang terjadi pada saat laga final liga III El Tari Memorial Cup 2017 yang mempertemukan kesebelasan Ende dan Ngada yang baru saja terjadi.

"Kami sebagai PSSI akan menginvestigasi Asprov NTT serta Panitia Penyelenggara liga III ETMC ini," kata Ketua Departemen Sport Intelligence PSSI Pusat Fary Djemi Francis, dilansir dari Antara, Kamis (10/8/2017).

Fary mengatakan sebelumnya PSSI telah mengantisipasi potensi kekisruhan pada saat berlangsungnya pertandingan tersebut.

Pihaknya sendiri telah mengirimkan tim supervisi wasit agar bisa membantu jika terjadi hal-hal yang melanggar peraturan wasit saat penyelenggaraan kegiatan tersebut.

"Namun pihak Asprov NTT merasa bahwa mereka bisa mengatasinya sendiri. Sekarang terbukti sudah terjadi kerusuhan," tuturnya.

Ia mengatakan, yang pasti akan ada sanksi namun sanksi seperti apa yang akan diterima oleh pihak panitia dan wasit serta Asprov NTT belum bisa diketahui.

"Semuanya tergantung hasil investigasi yang akan dilakukan oleh PSSI," tambah pria pendiri Sekolah Sepak Bola Bintang Timur tersebut.

Menurut Fary, bisa saja sanksi yang diberikan sama seperti yang diberikan oleh PSSI kepada sejumlah tim di liga I dan II dengan denda yang mencapai ratusan juta rupiah.

Sebelumnya belasan ribu suporter dari Perse Ende dan sebagian kecil suporter PSN Ngada berebut masuk ke stadion Marilonga yang hanya berkapasitas tujuh ribu penonton. 

Akibat hal tersebut kurang lebih 15 suporter yang didominasi oleh wanita jatuh pingsan dan ada yang terinjak ketika berebut masuk ke stadion. 

Pantauan IndonesiaSatu.co, kekisruhan bermula dari pemain yang berujung pada masuknya ribuan suporter ke dalam lapangan tersebut saat sudah memasuki menit ke-60 pertandingan. Wasit pun menghentikan pertandingan. 

Selanjutnya PSN Ngada tidak melanjutkan pertandingan dan oleh panitia dianggap Walk Out (WO), sehingga panitia memutuskan Perse Ende sebagai Juara ETMC 2017. 

 

--- Sandy Romualdus

Komentar