Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

SASTRA Puisi-Puisi Santi Sima Gama 18 Sep 2016 16:52

Article image
Hati manusia ibarat rumah; ia harus layak didiami. (Foto: ist)
Dalam dua puisinya ini, Santi Sima Gama mengangkat tema tentang hati dan Tuhan. Hati ibarat rumah dan Tuhan adalah pemberi pesan yang setia bagi perjalanan manusia.

Puisi-Puisi Santisima Gama

 

SERPIHAN RUMAH HATI

 

Rumahmu adalah hati

yang kau bangun di dadaku

Rumahmu adalah jiwa

yang kita pijak bersama

Rumahmu adalah kaca

kita pecahkan emosi

 

Belum kau hitung helai rambutku

belum kau lunturkan warna lipstik

kita hanya menjamah kata mati

aku pamit, tutuplah pintu rumah!

 

Di ujung malam

kau buka jendela

melihat langit kelam

tanpa aku di sana

kau tak menangis

tapi menjerit diam

 

Kau bisik derita

aku balut lukamu

kau bisik kurangmu

aku lebihkan cintaku

jika waktu tak bergerak

kita hentikan nafas ini.

 

 

TUHAN SEDANG MENULIS PESAN

 

Pada minggu aku punya Tuhan

pada minggu aku pasti bertelut

setiap hari aku hitung langkah

setiap hari aku mencari kata

 

Hari ini manusia tanggalkan jubah

kesombongan, kebohongan, kerakusan

amplop putih selipkan rupiah merah

menuju altar suci tanpa noda tubuh

 

Tuhan tak pernah minta

berapa angka untuk-Nya

Ia tunjuk di luar istana

ada anak kelaparan

mereka telanjang dada

atap rumah adalah langit

 

Tuhan mengambil pena

Ia sedang menulis pesan:

“suara anak adalah suaraku”

 

Santi Sima Gama adalah penyair dan penulis perempuan kelahiran Maumere, NTT. Pernah menerbitkan antologi puisinya berjudul Virgin, Dimanakah Perawanmu? (2010). Penulis juga adalah kontributor di IndonesiaSatu.co

Komentar