Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

HUKUM Putusan Sita Jaminan Sembrono, LBH RMP Akan Polisikan PA Depok 03 Oct 2018 14:52

Article image
Ketua tim hukum LBH Rakyat Merah Putih (RMP), Marihot Siahaan, SH, MH. (Foto: ist)
Majelis Hakim PA Depok tanpa ada bukti-bukti, tanpa Sidang Pemeriksaan Setempat berani memutus Letak Sita yang ternyata milik orang lain yang bukan Pihak dalam Perkara.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- LBH Rakyat Merah Putih (RMP) yang bertindak sebagai tim  kuasa hukum Atiek Warih Setiawaty dalam waktu dekat akan melaporkan majelis hakim Pengadilan Agama (PA) Depok atas putusan letak sita yang sembrono dan gegabah ke Mabes Polri dalam perkara nomor 3323.

PA Depok dipolisikan atas tuduhan meletakkan sita jaminan (conservatoir beslag) terhadap milik orang lain berupa tanah seluas 400 meter persegi yang bukan pihak dalam perkara tersebut, yang mengakibatkan kerugian yang fatal bagi si pemilik tanah

Majelis Hakim PA Depok tanpa ada bukti-bukti, tanpa Sidang Pemeriksaan Setempat berani memutus Letak Sita  yang ternyata milik orang lain yang bukan Pihak dalam Perkara. Padahal SEMA No 7 Tahun 2001 mengharuskan dilakukan sidang Pemeriksaan Setempat. 

“Protes kami bahwa putusan sela majelis tentang letak sita itu keliru, sembrono dan gegabah dalam sidang terbuka  untuk umum di Pengadilan Agama Depok tak digubris, malah kami disuruh majelis untuk melapor ke polisi, ya kami akan melaporkan karena disuruh majelis hakim,” kata Marihot Siahaan, SH, MH, ketua tim hukum LBH RMP kepada IndonesiaSatu.co (3/10/2018).

Adalah Putusan Sela Majelis Hakim PA Depok Perkara Nomor 3323/Pdt.G/2016/PA.Dpk tanggal 24 Juli 2018 yang memerintahkan dilakukan Peletakan Sita Jaminan terhadap objek   670 meter persegi sesuai SHM No 280 tanggal 27 April 1979 atas nama Drs Koentjoro.

Berdasarkan Putusan sela itu, lalu Juru Sita PA Depok, Pepen S.Ag meletakkan sita jaminan dengan Berita Acara Sita Jaminan Nomor 3323/Pdt.G/2016/PA.Dpk pada hari Jumat 10 Agustus 2018 terhadap tanah SHM terhadap tanah seluas 670 meter persegi dalam SHM Nomor 280 Tanggal 27 April 1979.

Menurut Marihot, putusan sela itu diputus majelis hakim tanpa didahului pemeriksaan bukti-bukti, dan juga tanpa dilakukan sidang Pemeriksaan Setempat sebagaimana diamanatkan Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 7 Tahun 2001 Tentang Pemeriksaan Setempat tertanggal 15 Nopember 2001. Dan fatalnya, objek yang diletak sita milik orang lain yang bukan pihak dalam perkara itu.

“Fatalnya, letak Sita itu juga keliru karena dilakukan terhadap aset tanah milik orang lain yang bukan pihak dalam perkara ini, tentu orang lain itu mengalami kerugian yang fatal,“ kata Marihot lagi.

Ditambahkan Marihot, pihak yang dirugikan telah memberi data kepada Marihot untuk diteruskan diberikan kepada Majelis Hakim perkara Nomor 3323/Pdt.G/2016/PA.Dpk berupa Putusan Perkara dari PN Depok Nomor 110/Pdt.G/2017/PN DPK tanggal 28 Juni 2018 yang menyatakan bahwa SHM 280 yang luasnya 670 meter persegi,  sebagian tanah yang seluas 400 meter persegi adalah milik orang lain sehingga SHM 280 tersisa 270 meter persegi.

“Seluas 400 meter persegi dari luasan 670 meter persegi tanah itu telah dijual Drs Koentjoro kepada Ricky Sitorus. Jual Beli itu telah pula dikuatkan dalam putusan PN Depok Nomor 110 dan putusan itu sudah inkrach (sudah berkekuatan hukum tetap), dan Ricky Sitorus bukan pihak yang berperkara dalam perkara Nomor 3323 tersebut, makanya putusan itu keliru dan gegabah,” kata Marihot.

--- Simon Leya

Komentar