Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

OLAHRAGA Raih 23 Emas APG 2018, Indonesia Catat Sejarah Baru 11 Oct 2018 13:47

Article image
Ekspresi para atlet Asian Para Games 2018 di kelas 100M Women T13: Putri Ni Made Arianti (kiri-perak), Aulia Putri (tengah-emas), dan Sitorus Endang Sari (kanan-perunggu) di Stadion Utama GBK, Senayan Jakarta, Rabu, (10/10/2018). (Foto: ANTARA)
Bila dibandingkan dengan perolehan medali pada Asian Para Games sebelumnya, apa yang diraih para atlet Indonesia saat ini sebagai sejarah baru.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co – Atlet Asian Para Games (APG) 2018 dari Indonesia mencatat prestasi yang membanggakan. Hingga pada hari keenam, Indonesia berhasil melampaui target perolehan medali setelah mendulang 23 emas. Kontingen Merah Putih tercatat mendapatkan tambahan 15 medali emas sepanjang pertandingan hari keempat, Rabu (10/10/2018).

Bila dibandingkan dengan perolehan medali pada Asian Para Games sebelumnya, apa yang diraih para atlet Indonesia saat ini sebagai sejarah baru. Pada Asian Para Games pertama di China 2010 lalu, tulis kompas.com (11-10-2018), Indonesia hanya mampu mencuri sekeping medali emas. Setelah itu, jumlah raihan medali Indonesia meningkat menjadi sembilan emas pada Asian Para Games kedua di Incheon, Korea Selatan, pada 2014.

Selain mencatatkan sejarah anyar, kontingen Indonesia juga mampu melampaui target medali yang dibebankan pemerintah. Raihan 23 medali emas memang di luar ekspektasi pemerintah yang hanya menargetkan 16 emas.

"Raihan ini adalah sebuah sejarah baru bagi Indonesia. Kita harus berbangga atas prestasi luar biasa ini," kata Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi.

Sumbangan medali emas pertama di hari keempat datang dari keberhasilan Karisma Evi Tiarani yang menjuarai nomor lari 100 T42/T63. Berada di lintasan 4, Tiarani melaju kencang dengan catatan waktu 14,98 detik. Dia mengalahkan dua atlet Jepang, Maekawa Kaede dan Tozawa Tomomi, yang harus puas menyabet medali perak dan perunggu.

Kesuksesan Tiarani disusul keberhasilan atlet dari cabang olahraga (cabor) catur yang memborong enam medali emas. Dua medali emas diraih Hendi Wirawan di kategori standar disabilitas netra (B1) nomor perorangan dan nomor beregu bersama Edy Suryanto.

Atlet catur putri Indonesia, Debi Ariesta, juga menyumbangkan dua medali emas yang diraih dari nomor perorangan standar disabiltas netra (B1) dan di nomor beregu bersama Tati Karhati. Sementara itu, dua medali emas lainnya diraih Farta Simanja Nasip di kategori disabilitas daksa. Dia meraih medali emas di nomor perorangan dan beregu bersama Roslinda Br Manurung.

Dari cabor tenis meja, Indonesia juga mendapatkan tambahan dua medali emas yang masing-masing diraih pasangan ganda putra Agus Susanto/Totok Hariyanto dan ganda putra Dian David Mickael Jacobs/Komet Akbar. Tambahan medali emas juga didapatkan dari cabor para-atletik melalui keberhasilan Putri Aulia di nomor lari 100 meter kategori T13 putri.

Selain itu, koleksi medali emas Indonesia juga bertambah setelah empat medali emas dari cabor lawn ball disahkan, Rabu. Berkat hasil ini, Indonesia masih bertahan di peringkat keenam pada klasemen sementara. Indonesia dan Jepang yang menghuni peringkat kelima sama-sama mengantongi 23 medali emas. Hanya, Jepang mengoleksi medali perak dan perunggu lebih banyak dari Indonesia.

 Berikut Klasemen Perolehan Medali Asian Para Games 2018 hingga Kamis (11/10/2018):

No

Negara

Emas

Perak

Perunggu

Total

1

China

108

54

43

205

2

Korea Selatan

39

31

27

97

3

Iran

33

24

29

86

4

Uzbekistan

26

13

10

49

5

Jepang

24

44

45

114

6

Indonesia

23

30

34

87

7

Thailand

17

24

32

73

8

Malaysia

9

16

16

41

9

India

7

14

19

40

10

Hongkong

6

9

19

34

11

Filipina

6

6

6

18

12

Vietnam

6

4

13

23

13

Kazakhstan

4

10

10

24

14

Sri Lanka

3

4

3

10

15

Singapura

3

1

4

8

16

Irak

2

5

8

15

17

Chinese Taipei

1

7

7

15

18

Uni Emirat Arab

1

5

3

9

19

Kuwait

1

3

3

7

20

Arab Saudi

1

3

2

6

21

Jordania

1

1

0

2

22

Timor Leste

1

0

1

2

23

Laos

1

0

0

1

24

Pakistan

1

0

0

1

25

Myanmar

0

4

2

6

26

Oman

0

2

1

3

27

Mongolia

0

1

3

4

28

Suriah

0

1

3

4

29

Makao

0

1

1

2

30

Qatar

0

1

0

1

31

Bahrain

0

0

1

1

32

Korea Bersatu

0

0

1

1

33

Turkmenistan

0

0

1

1

Sumber: ANTARA

--- Simon Leya

Komentar