Breaking News

REGIONAL Raih Opini WTP, Bupati Nagekeo: Ini Kado Istimewa HUT RI 05 Aug 2020 07:46

Article image
Bupati Nagekeo, dr. Johanes Don Bosco Do. (Foto: gatra.com)
"Ini merupakan energi positif yang layak dipertahankan," kata Bupati Don.

MBAY, IndonesiaSatu.co-- Pemerintah Daerah Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapatkan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan NTT atas Laporan Hasil Keuangan Pemerintah Daerah (LHKPD) tahun 2019.

Torehan tersebut menjadi sebuah prestasi di bawah kepemimpinan Bupati Johanes Don Bosco Do dan Wakil Bupati Marianus Waja, setelah kurang lebih 11 tahun hanya mendapat status Wajar Dengan Pengecualian (WDP) terkait Pengelolaan Keuangan Daerah.

Adapun hasil perolehan WTP tersebut diterima oleh Bupati, Wakil Bupati dan pimpinan DPRD Nagekeo melalui virtual zoom meeting yang digelar, Kamis (30/7/20) lalu.

Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do mengatakan bahwa opini WTP secara akuntansi ini masuk kategori pengelolaan keuangan daerah terbaik.

"Peningkatan dari status WDP ke WTP merupakan suatu prestasi luar biasa. Ini semua diperoleh berkat kerja keras, kerja cerdas, kerja berkualitas dari segenap elemen di lingkup Pemda Nagekeo terkait Pengelolaan Keuangan Daerah tahun anggaran 2019," kata Bupati Don.

Bupati Don mengaku, pencapaian tersebut menjadi hadiah istimewa untuk masyarakat Nagekeo, terutama pada momentum menjelang peringatan HUT Kemerdekaan RI.

"Ini kado istimewa untuk segenap masyarakat Nagekeo. Ini semua berkat dukungan, kepercayaan, dedikasi dan komitmen bersama semua pihak dalam membangun dan memajukan Kabupaten Nagekeo. Ini merupakan energi positif yang layak dipertahankan," kata Bupati.

Tambahan Insetif

Dengan status Opini WTP ini, Pemda Nagekeo juga berhak memperoleh dana insentif daerah senilai Rp. 48 miliar di tahun 2021.

Bupati Don mengatakan bahwa bonus berupa dana penghargaan dari Kementerian Keuangan terhadap akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah itu merupakan bentuk reword pemerintah pusat terhadap pencapaian prestasi Kabupaten Nagekeo.

"Bonus berupa dana insentif tersebut merupakan bentuk reword pemerintah pusat atas akuntabilitas pengelolaan anggaran daeah di Kabupaten Nagekeo. Tentu ini menjadi dukungan anggaran untuk progress pembangunan selanjutnya," kata Bupati.

Bupati menandaskan bahwa berkat hasil kerja pemerintah daerah yang diapresiasi oleh pemerintah pusat (reword), memiliki dampak untuk menunjang sektor pembangunan di Nagekeo pada tahun 2021 dalam bentuk program-program kerja pembangunan yang mengcover visi dan misi Bupati Nagekeo menuju Nagekeo yang berubah dan mandiri.

"Perubahan harus dimulai dari dalam (sumber daya birokrasi, red) sehingga menghasilkan managemen dan tata kelola birokrasi yang akuntabel dan berkualitas. Perubahan menuju kemandirian harus menjadi spirit bersama ke depan," pungkas Bupati.

--- Guche Montero

Komentar