Breaking News
  • Bos First Travel Andika Divonis 20 Tahun, Istrinya 18 Tahun
  • Dolar AS Melambung, Harga Premium dan Solar Tak Naik Tahun Ini
  • Hendropriyono: TNI/Polri Jangan Takut Tegakkan Hukum
  • JK: Eks Koruptor Dilarang Nyaleg Agar Wibawa DPR Baik
  • Jonan Targetkan Akuisisi Saham Freeport Rampung Juni

INTERNASIONAL Raja Spanyol: Gelar Referendum, Pemerintah Catalonia Manipulasi Hukum 04 Oct 2017 12:02

Article image
Raja Spanyol Felipe VI. (Foto: AFP via sz.de)
Penyelenggaraan referendum kemerdekaan Catalunya menandai krisis konstitusi paling buruk di Spanyol dalam beberapa dekade ini terakhir.

MADRID, IndonesiaSatu.co -- Referendum kemerdekaan yang digelar oleh otoritas Catalonia, Spanyol,  Minggu (1/10/2017), menuai reaksi negatif dari berbagai pihak, di antaranya Raja Spanyol Felipe VI. Laman Sueddeutsche Zeitung/sz.de (Rabu, 4/10/2017) menyebutkan, dalam pidato yang disiarkan oleh televisi nasional Spanyol, Raja Felipe menuding pemerintah Catalonia telah melakukan tindakan yang mengancam persatuan Spanyol, memanipulasi hukum, dan memperlihatkan sikap tidak bertanggung jawab.

Ia menilai, keputusan dan mobilisasi massa oleh otoritas Catalonia yang berkedudukan di Barcelona untuk melakukan referendum kemerdekaan benar-benar "mengancam persatuan” di Spanyol.

"Pemerintah Catalonia melecehkan kebersamaan dan perasaan solidaritas yang telah menyatukan seluruh rakyat Spanyol. Tindakan tidak bertanggung jawab itu mengancam stabilitas ekonomi dan sosial di Catalonia dan seluruh Spanyol,” ujar Raja Felipe VI seperti dikutip dari sz.de (Rabu, 4/10/2017).

Selain itu, ia juga menegaskan, pemerintah Spanyol berkewajiban memastikan terlaksananya konstitusi Spanyol dan seluruh norma hukum secara legal dan konsisten.

Pernyataan Raja Felipe diungkapkan dalam pidato publik menyusul aksi puluhan ribu warga Catalonia dalam demonstrasi dan boikot umum menentang tindak kekerasan polisi Spanyol ketika membubarkan referendum hari Minggu lalu.

Penyelenggaraan referendum kemerdekaan Catalonia menandai krisis konstitusi paling buruk di Spanyol dalam beberapa dekade terakhir.

Raja Felipe juga telah bertemu Perdana Menteri (PM) Spanyol Mariano Rajoy terkait isu tersebut. Ia mendesak Rajoy menunjukkan langkah tegas sesuai konstitusi yang berlaku agar masalah Catalonia dapat segera diatasi.

Dalam pidato tersebut Raja Felipe  juga menegaskan komitmen kuat untuk menegakkan konstitusi dan demokrasi  demi persatuan Spanyol.

--- Rikard Mosa Dhae