Breaking News

BERITA Rajut Nasionalisme Kaum Difabel, YSK Gelar Aneka Kegiatan 29 Aug 2020 16:07

Article image
Para penyandang disabikitas saat menikmati rangkaian kegiatan yang diselenggarakan Panitia. (Foto: STS)
Kegiatan itu mengangkat tema: "Bersama Orang-Orang Hebat Menuju Indonesia yang Inklusi."

BOGOR, IndonesiaSatu.co-- Dalam rangka memperingati 75 Tahun Indonesia Merdeka, Yayasan Satu Keadilan (YSK) dalam kerjasama dengan Pamong Budaya Kabupaten Bogor, Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia DPC Kota Bogor dan DPC Kota Depok serta Joglo Keadilan, merajut semangat nasionalisme dengan melibatkan para penyandang disabilitas, puluhan aktivis dan para komunitas lain dalam beragam kegiatan.

Kegiatan yang berlangsung Joglo Keadilan, Kemang Bogor, Jawa Barat, Sabtu (22/8/2020) itu mengangkat tema: "Bersama Orang-Orang Hebat Menuju Indonesia yang Inklusi."

Dalam kata pembuka, Ketua Yayasan Satu Keadilan sekaligus selaku tuan rumah, Sugeng Teguh Santoso mengatakan bahwa pihaknya bersyukur karena kawasan Joglo Keadilan bisa bermanfaat bagi semua lapisan masyarakat tanpa adanya perbedaan karena ras, agama, warna kulit maupun karena perbedaan fisik. 

"Hari ini, semua elemen masyarakat Kota dan Kabupaten Bogor serta Kota Depok dapat merayakan kemerdekaan RI yang ke-75 di Joglo Keadilan dalam nuansa persaudaraan, kekeluargaan dan semangat nasionalisme dan kebangsaan," ujar Sugeng seperti dilansir bogorkita.com.

Diterangkan bahwa Joglo Keadilan merupakan tempat pelaksanaan kegiatan-kegiatan publik dari berbagai lapisan masyarakat dan komunitas.

Dalam sebulan terakhir, masyarakat Penyandang Disabilitas dari Kota dan Kabupaten Bogor serta Depok mendapatkan terapi Shiatsu yang sekaligus menjadi ajang silaturahmi bagi orang-orang hebat disabilitas.

Panitia Penyelenggara, Hasan Basri, pada kesempatan itu mengatakan bahwa acara tersebut sebagai upaya mempersatukan para penyandang difabel untuk selalu bersinergi melalui beragam kegiatan; seperti perlombaan, edukasi, terapi dan pameran hasil karya disabilitas.

"Jumlah peserta sekitar 200-an orang, kemudian untuk tetap menghindari kerumunan kegiatan ini sengaja dipecah-pecah dan diimbau untuk tetap mematuhi protokol kesehatan," ungkap Hasan yang juga merupakan Ketua PPDI-DPC Kota Bogor.

Menyinggung pelayanan publik bagi masyarakat disabilitas, Kepala Perwakilan Ombudsman RI Jakarta Raya, Teguh P. Nugroho menyatakan bahwa saat ini tidak boleh ada perbedaan pelayanan publik bagi masyarakat karena latar belakang perbedaan.

"Silahkan mengadu ke kami apabila dipersulit ketika berobat di rumah sakit atau tidak mendapatkan bantuan sosial," kata Teguh.

Aneka Lomba

Smeentara itu, anggota Komisi IV yang juga Wakil Ketua Pansus Raperda Disabilitas dari DPRD Kota Bogor, Devie Prihartini Sultan, mengapresiasi penyelenggaran kegiatan bersama orang-orang hebat ini (kaum difabel, red). "Menghadiri undangan ketua PPDI Kota Bogor (Hasan Basri), saya apresiasi mereka dengan semangat nasionalisme yang tinggi ikut memeriahkan HUT RI ke 75 ini," apresiasi Devie.

Adapun kegiatan tersebut diwarnai dengan aneka perlombaan di antaranya upacara bendera oleh anak berkebutuhan khusus, seremonial pengukuhan pengurus PPDI DPC Kota Depok, edukasi dan seni budaya, kuliner Nusantara, lomba bagi anak dan orang dewasa yang berkebutuhan khusus, terapi kesehatan nusantara yang diampuh oleh terapis berpengalaman, R Prama Dharma Sakti dan Gzhoulla Kinara Barghawazd.

Kegiatan terapi melibatkan 150 anak dan 50 orang dewasa berkebutuhan khusus. Selain terapi dengan metode shiatsu, masyarakat dan undangan juga disuguhkan ramuan rempah-rempah nusantara.

Kegiatan tersebut ditutup dengan acara Tarawangsa bersama pelaku-pelaku kebudayaan di Kota dan Kabupaten Bogor. Tarawangsa merupakan jenis kesenian masyarakat agraris tradisional di Jawa Barat.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Perwakilan Ombudsman Jakarta Raya, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Bogor, Dra. Rachmawati M.si, Dinas Sosial Kota Bogor, Anggota Komisi IV yang juga wakil ketua pansus raperda disabilitas dari DPRD Kota Bogor, Devie Prihartini Sultani, Ketua Jawa Barat (Jabar) Bergerak Kota Depok, Arie Kusumawati, Ki Bambang Sumantri, Ketua Pamong Budaya Bogor, Ki Ghoula Ghonzula, beberapa musisi lokal dan komunitas, IDN serta puluhan orang aktivis kemanusiaan.

--- Guche Montero

Komentar