Breaking News
  • Kapolda resmikan Bhayangkara Papua Football Academy
  • Kemen-PUPR tingkatkan kapasitas pekerja konstruksi dengan sertifikasi
  • Presiden Jokowi bersarung "blusukan" ke Mal Mataram
  • Pusat Konservasi Elang Kamojang lestarikan populasi elang jawaPusat
  • Wamen ESDM kaji FSRU penuhi pasokan gas

GAYA HIDUP Rasakan Dampak Diet Nasi dan Roti 11 Apr 2017 07:52

Article image
Mengonsumsi nasi berlebihan tidak membuat kita berenergi. (Foto: smartdetoxid.com)
Di dalam nasi dan roti terkandung banyak karbohidrat yang bisa memicu berbagai penyakit berbahaya, terutama diabetes.

NASI telah menjadi panganan favorit bangsa Indonesia sejak beberapa dekade terakhir dari Sabang sampai Merauke. Bahkan beberapa daerah yang dulunya memiliki makanan pokok dari ubi maupun jagung sekarang sudah beralih ke nasi.

Nasi tidak saja enak, tapi juga lebih praktis dan mudah didapatkan di mana saja. Bahkan, makan nasih telah menjadi simbol kemakmuran. Begitu pula dengan roti. Kalau dulu roti hanya dikonsumsi kalangan tertentu, kini telah menjadi makanan rakyat dan mudah didapat di mana saja, dari supermarket sampai warung pinggir jalan.

Namun belum banyak orang tahu bahwa mengonsumsi dua jenis panganan ini secara berlebihan dan kontinyu tidak baik bagi kesehatan. Di dalam nasi dan roti terkandung banyak karbohidrat yang bisa memicu berbagai penyakit berbahaya, terutama diabetes. Mengonsumsi nasi dan roti berlebihan akan meningkatkan berat tubuh yang tentu tidak baik bagi jantung dan ginjal.

Berikut ini manfaat yang Anda dapatkan bila berhasil mengurangi konsumsi nasi dan roti bagi kesehatan:

- Tidak mudah lapar
Banyak orang mengira mengonsumsi nasi dan roti akan menghilangkan rasa lapar. Karena itu, roti menjadi panganan wajib yang harus dibawa ke mana-mana, di dalam tas maupun mobil. Padahal roti tidak pernah membuat orang merasa kenyang. Bahkan, mengonsumsi roti ketika sedang lapar hanya untuk mengusir rasa lapar sesaat, sebaliknya akan memicu rasa lapar yang lebih hebat. Tubuh akan tetap secara alamiah mencari makanan lain yang mengandung nutrisi, seperti protein. Akibatnya, makan roti tidak lagi untuk mengusir rasa lapar malah membuat kita cepat merasa lapar.

- Perut lebih cepat rata
Manfaat lain dari diet nasi dan roti adalah agar terhindar dari kegendutan. Tidak ada gunanya orang berjuang jungkir balik berolah raga jika porsi konsumsi karbohidratnya tinggi. Sebaliknya, mengganti karbohidrat sederhana dengan makanan berserat akan membentuk perut Anda menjadi lebih cepat rata tanpa harus melakukan olahraga ekstra keras. Menurut para ahli gizi, kekurangan serat membuat koloni bakteri tidak sehat di usus lebih banyak. Hal ini menyebabkan perut menjadi kembung dan lebih besar dari yang sebenarnya.

- Menekan risiko penyakit
Sebagaimana kita tahu, jenis panganan seperti nasi dan roti mengandung kadar gula yang tinggi. Kelebihan konsumsi bahan pangan ini membuat hormon insulin dihasilkan pankreas lebih banyak. Keadaan ini yang memicu resistensi insulin yang menyebabkan penyakit diabetes.

Karena itu, kita dianjurkan untuk mengonsumsi makanan berserat atau karbohidrat kompleks, seperti nasi merah, gandum utuh, oat, atau kue tradisional yang sulit dikunyah.

- Menguatkan otot

Panganan berkarbohidrat tinggi tidak baik buat otot. Kelebihan karbohidrat akan melemahkan otot. Bagi Anda yang sedang giat berolahraga pembentukan otot, sebaiknya segera mengurangi konsumsi nasi dan roti. Karena pangananan tersebut tidak mengandung protein yang merupakan pembentuk otot.

- Lebih berenergi
Kebanyakan orang merasa belum lengkap kalau makan tanpa nasi. Hal ini terjadi karena kita sudah terpola mengonsumsi nasi setiap kali makan. Padahal, mengonsumsi nasi berlebihan tidak membuat kita berenergi, malah sebaliknya membuat kita cepat merasa lelah dan mengantuk.

--- Simon Leya

Komentar