Breaking News

REGIONAL Redam Ketakutan Masyarakat, Gubernur NTT Larang Bupati dan Walikota Umumkan Hasil Rapid Test 18 Apr 2020 01:35

Article image
Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat. (Foto: partainasdem.id)
Gubernur Viktor pun meminta agar para Bupati dan Walikota dapat menjaga psikologi publik sehingga tidak menimbulkan ketakutan yang berlebihan.

KUPANG, IndonesiaSatu.co-- Gubernur Nusa Tenggara Timur ( NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat meminta agar para Bupati dan Walikota di wilayahnya, untuk tidak lagi mengumumkan hasil rapid test kepada masyarakat.

Menurut Gubernur Viktor, hasil rapid test yang telah diumumkan oleh sejumlah Bupati telah menimbulkan ketakutan bagi masyarakat.

"Selain masalah Virus Corona (Covid-19), DBD dan kemiskinan, ada juga masalah yang serius yakni ketakutan psikologi publik. Hari ini publik dalam ketakutan yang luar biasa. Karena itu, saya minta kepada para Bupati dan Walikota di NTT agar juru bicaranya cukup satu saja. Kalau hasil rapid test, tidak usah diumumkan, karena masih ada lagi proses selanjutnya yakni tes swab, di mana sampel pasien dikirim ke Jakarta," kata Viktor saat menggelar rapat kerja telekonferensi dengan para Bupati dan Walikota se-NTT di ruang Rapat Gubernur, Kantor Gubernur Sasando, Kamis (16/4/20) seperti dilansir Kompas.com

Viktor secara blak-blakan menyebut Bupati Lembata dan Bupati Rote Ndao, yang telah mengumumkan hasil rapid test ke publik.

Gubernur Viktor pun meminta agar para Bupati dan Walikota dapat menjaga psikologi publik sehingga tidak menimbulkan ketakutan yang berlebihan.

“Virus Covid-19 ini penyebarannya sudah luar biasa cepat dan ditambah lagi dengan ketakutan masyarakat. Maka pemimpin perlu menjaga suasana agar tetap tenang. Kalau hanya hasil rapid test, terus yang disampaikan positif. Positif dari mana, dari kepalamu? Kamu harus menjaga karena publik lagi dalam ketakutan," tegas Viktor.

Politisi Partai Nasdem itu tak segan menyebut pemimpin (Bupati dan Walkota) yang mengumumkan hasil rapid test sebagai hasil positif, sebagai pemimpin bodoh.

"Pemimpin yang bikin takut dengan mengumumkan hasil positif, itu pemimpin bodoh. Jadi pemimpin harus menjaga suasana masyarakatnya agar jangan takut secara berlebihan," kata Viktor.

Gubernur Viktor pun optimis, akhir bulan April 2020 ini, pihaknya sudah memiliki laboratorium sendiri, untuk melakukan swab tes.

"Kita doakan, dua minggu ke depan, kita bisa melakukan tes swab sendiri karena kita akan menyiapkan sarana-prasarannya," tutup Viktor.

--- Guche Montero

Komentar