Breaking News

INVESTASI Reksadana Filantropi Pertama di Asia Tenggara Resmi Diluncurkan 19 Jul 2019 12:06

Article image
PT Principal Asset Management secara resmi meluncurkan produk Reksadana Principal Philanthropy Social Impact Bond Fund. (Foto: ist)
Dalam strategi investasinya, reksadana filantropi ini bakal ditempatkan dalam dua jenis portofolio.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- PT Principal Asset Management secara resmi meluncurkan produk Reksadana Principal Philanthropy Social Impact Bond Fund di pasar modal Indonesia. Produk baru tersebut diklaim sebagai produk reksadana filantropi pertama di Indonesia, bahkan di Kawasan Asia Tenggara.

"Konsepnya [dari reksadana filantropi] adalah bagaimana [produk baru ini] bisa menghasilkan keuntungan yang nantinya bisa didonasikan untuk mendukung kegiatan sosial dan lingkungan. (Konsep) Ini memungkinkan investor untuk menyumbangkan 100 persen profitnya dari investasi untuk kepentingan donasi tersebut," ujar Chief Executive Officer (CEO) Principal Indonesia, Agung Budiono, di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (19/7).

Dalam strategi investasinya, menurut Agung, reksadana filantropi ini bakal ditempatkan dalam dua jenis portofolio. Pertama, adalah obligasi pemerintah atau obligasi korporasi berdenominasi rupiah sekurang-kurangnya 80 persen dari total dana kelola (asset under management/AUM). Sedangkan jenis portofolio kedua adalah ekuitas berdenominasi rupiah atau instrument pasar uang dengan porsi maksimal sebesar 20 persen dari total AUM. Reksadana ini tersedia dalam denominasi rupiah dengan nilai investasi awal minimal sebesar Rp50 juta dan dengan investasi tambahan minimum juga sebesar Rp50 juta.

"Investor dapat berinvestasi melalui konsultan pemasaran kami [Principal] atau juga PT Bank CIMB Niaga Tbk. Nantinya seluruh dana akan dikelola oleh tim investasi lokal Principal di Indonesia," tutur Agung.

Nantinya setelah berlangganan, lanjut Agung, investor dapat memilih untuk menyumbangkan pengembalian investasi ke Yayasan sosial melalui skema endowment berjenjang. Investor juga dapat mendonasikan 100 persen dari total pengembangan investasinya maupun 100 persen dari modal.

Dalam mendistribusikan semua sumbangan yang terkumpul, pihak Principal telah menjalin kemitraan dengan Standard Charterd Bank di Jakarta yang bakal berperan sebagai bank kustodian.

"Reksadana tematik pendapatan tetap ini juga memungkinkan sumbangkan hasil investasi didistribusikan ke banyak penerima manfaat. Saat ini kami telah memiliki total tujuh penerima manfaat, yaitu Doctor Share, Rachel House, Roslin Orphanage, Habitat for Humanity Indonesia, Difa SUkses Mandiri, Torajamelo dan Save the Children Indonesia," tegas Agung.

--- Sandy Romualdus

Komentar