Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

POLITIK Resmi, KPU Tetapkan Kotak Kosong Pemenang Pilkada Makassar 08 Jul 2018 13:59

Article image
Pleno rekapitulasi hasil perhitungan suara dan penetapan Pilgub dan Pilwakot Makassar 2018 (Foto: Kompas.com)
Kotak kosong memperoleh suara sebanyak 300.795 (53,23%), sedangkan calon tunggal memperoleh suara sebanyak 264.245 (46,77%). Total perolehan suara pada Pilwakot Makassar mencapai 565.040 suara. Selisih perolehan suara antara kotak kosong dengan calon tun

MAKASSAR, IndonesiaSatu.co-- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar, sesuai rapat pleno hasil perhitungan suara pemilihan Walikota dan Wakil Walikota (Pilwakot) Makassar yang digelar Jumat (6/7/18) bertempat di Hotel Max One, jalan Taman Makam Pahlawan, menetapkan kotak kosong sebagai pemenang dalam Pilkada Makassar 2018. Kotak kosong mengalahkan calon tunggal Munafri Arifuddin-Andi Rahmatika Dewi (Appi-Cicu) dalam perolehan suara.

Dalam rekapitulasi suara, kotak kosong menang di 13 Kecamatan di Kota Makassar, sedangkan calon tunggal Appi-Cicu yang diusung 10 partai besar hanya menang di 2 Kecamatan.

Kotak kosong memperoleh suara sebanyak 300.795 (53,23%), sedangkan calon tunggal memperoleh suara sebanyak 264.245 (46,77%). Total perolehan suara pada Pilwakot Makassar mencapai 565.040 suara. Selisih perolehan suara antara kotak kosong dengan calon tunggal sebanyak 36.898 suara.

Dilansir Kompas.com, KPU Makassar memutuskan dan menetapkan secara resmi rekapitulasi hasil perhitungan suara Wali Kota dan Wakil Walikota Makassar 2018.

“Menetapkan hasil perhitugan suara, pasangan calon tunggal Appi-Cicu perolehan suara 264.245. Kotak Kosong memperoleh suara sebanyak 300.795,” kata Komisioner KPU Makassar, Abdullah Mansur yang kemudian menyerahkan salinan putusan kepada pihak terkait.

Sebelumnya, saat perhitungan suara di kecamatan 15 terakhir yakni Kecamatan Bontoala, 2 orang saksi calon tunggal Appi-Cicu meninggalkan ruangan atau walk out dengan alasan karena tidak ditemukannya formulir DA1 di dalam kotak suara di rekapitulasi. Formulir DA1 adalah dokumen yang harus dibacakan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dalam rekapitulasi.

"Untuk PPK Kecamatan Bontoala saya minta untuk ditunda dulu, sampai betul-betul clear. Ini mengindikasikan ada ketidaknetralan dari PPK. Kami sangat keberatan kalau ini dilanjutkan," kata saksi Appi-Cicu, Habibi.

Komisioner KPU Makassar, Abdullah Mansur menanggapi keberatan yang disampaikan saksi Appi-Cicu itu. Menurutnya, meskipun tidak ditemukam DA1 PPK Bontoala, boleh dibacakan DA1 plano.

"Kalau kita meragukan DA1 yang dipegang PPK, maka keraguan itu bisa kita konfrortir dengan apa yang dimiliki Panwas, saksi, kemudian kita buka DA1 Plano," ujar Abdullah.

Namun saksi Appi-Cicu menolak usulan Komisioner KPU itu termasuk menolak untuk mengisi formulir DB2.

"Carikan kami regulasinya, kalau tidak ada regulasinya bahwa ada pengganti DA1 Plano. kami akan ambil langkah walk out dari ruangan ini," tegas saksi Appi-Cicu.

Pilkada 2020

KPU Kota Makassar akan kembali menggelar Pemilihan Kepala Daerah Kota Makassar pada tahun 2020. Komisioner KPU Makassar, Abdullah Mansur, mengatakan bahwa berdasarkan rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil Pilwakot Makassar, Jumat (6/7/18), kotak kosong menang atas calon tunggal kepala daerah, Appi-Cicu.

Atas hal tersebut, KPU Kota Makassar menetapkan pemilihan kembali pada pilkada serentak berikutnya, yakni pada 2020.

"Karena tahun 2019 pemilihan presiden dan wakil presiden serta pemilihan legislatif digelar, maka pemilihan kepala daerah akan digelar pada 2020. Dengan begitu, Pilkada Makassar akan kembali digelar 2020," kata Komisioner KPU Makassar, Abdullah Mansur.

Ia mengatakan, surat penetapan ini diterbitkan berdasarkan keputusan yang telah ditandatangani Ketua dan empat komisioner KPU Makassar.

--- Guche Montero

Komentar