Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

AGAMA Liputan Khusus: Berkati Sa’o Ngada Ine Sina, Diaspora Ngada Jakarta Gelar Misa Inkulturasi yang Agung dan Meriah 15 Feb 2018 12:00

Article image
Uskup Agung Jakarta dan Uskup OCI Mgr. Ignatius Suharyo, Pr mengangkat hosti pada perayaan misa inkulturasi Reba Ngada. (Foto: Ist)
Perayaan adat Reba tersebut dikomodifikasi bersama oleh para misionaris dan masyarakat Ngada dalam perayaan Ekaristi menunjukkan adanya niat kerja sama interkultural menuju terciptanya perdamaian dan kesejahteraan bersama.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Paguyuban Keluarga Besar Ngada Jakarta (PKBNJ) menggelar acara adat Reba sekaligus meresmikan Sa’o Ngada Ine Sina (Rumah Adat Ngada) pada Sabtu, (10/2/2018).

Uskup Agung Jakarta sekaligus Uskup Umat Katolik di Lingkungan TNI/Polri (OCI) Mgr Ignatius Suharyo, Pr memimpin misa Ekaristi pemberkatan Sa’o Adha yang dinamai Ine Sina tersebut. Pasbanmilpol OCI RD Rofinus Neto Wuli dan RD Edu Dopo, SJ mendampingi Uskup Suharyo. Turut hadir pada kesempatan itu P. Dr Hubert Muda, SVD, RD Tinyo Sera, Pr, dan imam konselebran lainnya.

Perayaan Ekaristi dikemas dalam misa inkulturasi yang agung dan meriah. Uskup dan para imam disambut dengan tarian penyambutan dan sapaan adat penerimaan yang dipimpin oleh Ketua Perwakilan NTT di Jakarta, Berto Lalo. Tarian selama perayaan berlangsung kian memeriahkan perayaan tersebut.

Menurut Pastor Ronny, perayaan adat Reba tersebut dikomodifikasi bersama oleh para misionaris dan masyarakat Ngada dalam perayaan Ekaristi menunjukkan adanya niat kerja sama interkultural menuju terciptanya perdamaian dan kesejahteraan bersama.

“Perayaan Reba dan pemberkatan Sa’o Ngada Ine Sina ini tidak menjadi ekspresi iman, tetapi juga menjadi salah satu ekspresi kebudayaan. Agama bukanlah ungkapan iman pribadi, tetapi ungkapan kebudayaan bersama,” ungkapnya.

Pemberkatan Sa’o Ngada Ine Sina dilakukan setelah Uskup memberikan homili atau khotbah. Pemberkatan Sa’o diiringi lagu “Ave Maria Sedeka” dan “Masa Riwu Bodha Mani" oleh Paduan Suara Ngada Diaspora dengan iringan Musik Hui pimpinan Ell Botha.

Upacara pemberkatan Sa’o Ngada Ine Sina tersebut menuai antusiasme ribuan masyakat Ngada di Jakarta. Sejumlah perwakilan masyarakat NTT turut hadir pada kesempatan itu. Tidak ketinggalan pula para perwira tinggi (Pati) Katolik OCI seperti Komjen Pol (Purn) Gories Mere, Mayjen TNI (Purn) Jabob Sarosa, Marsda TNI (Purn) Yan Manggesa, Marsda TNI (Purn) Benediktus Widjanarko, Brigjen TNI Gustav Agus Irianto juga kehadiran para Pamen OCI seperti: Kolonel Czi Greg Henu Basworo, dan Letkol Inf Frans Lau.

Ketua PKBNJ kepada IndonesiaSatu.co mengatakan pendirian Sa’o Adha ini adalah murni swadaya dan partisipasi masyarakat. Masyarakat Ngada di Jakarta sangat antusias karena rumah adat ini merupakan representasi simbolik keberadaan mereka,

“Kehadiran Sa’o Ine Sina ini merupakan penegasan identitas dan jati diri orang Ngada di tengah aneka ragam suku dan budaya regional NTT maupun nasional,” ujar Berto.

--- Redem Kono

Komentar