Breaking News
  • Banjir landa 21 kelurahan di Tebing Tinggi
  • Imigrasi Ngurah Rai beri "exit pass" seminggu bagi wisman
  • Jokowi: Kawasan GBK Harus Jadi Ruang Publik Bagi Masyarakat
  • PVMBG: gas SO2 Gunung Agung menurun
  • Sebanyak 50 ton ikan Danau Maninjau mati

REGIONAL Retret Prajurit Sebagai Spirit Keimanan dan Kebangsaan 26 Sep 2017 23:22

Article image
Kegiatan Retret Prajurit 2017 di Kemah Tabor, Mataloko, Ngada, Flores. (Foto: Guche)
Retret iman melahirkan spirit kebangsaan untuk semakin menjadi warga Gereja dan warga Negara yang baik dalam bingkai NKRI serta teguh menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI.

MATALOKO, IndonesiaSatu.co – Keuskupan Umat Katolik Lingkungan TNI/Polri dan OCI menyelenggarakan Retret bagi prajurit TNI dan Polri serta PNS lingkungan TNI Polri sedaratan Flores-Lembata di rumah retret Kemah Tabor, Mataloko, Kabupaten Ngada, NTT.

"Retret iman melahirkan spirit kebangsaan untuk semakin menjadi warga Gereja dan warga Negara yang baik dalam bingkai NKRI serta teguh menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI. Seratus persen Katolik, seratus persen Indonesia. Inilah spirit iman dari retret sesuai dengan legacy Uskup Militer pertama yang menjadi Pahlawan Nasional Indonesia, Mgr. Albertus Sugiopranoto. Spirit keimanan dan spirit kebangsaan menegaskan jatidiri warga negara dan warga Katolik untuk NKRI tercinta ini," ungkap Pastor Bantuan Militer/Polri, RD Rofinus Neto Wuli pada pembukaan retret, Senin (25/9/2017).

RD Ronny menerangkan bahwa kegiatan retret ini diselenggarakan oleh Keuskupan Umat Katolik Lingkungan TNI/Polri dan OCI untuk wilayah Kodam IX Udayana, Korem 161/Wira Sakti Wilayah Utara dan melibatkan seluruh Polres dan Kodim sedaratan Flores-Lembata serta Lanud dan Lanal Maumere. 

"Karena intensi kegiatan retret untuk melahirkan spirit keimanan dan kebangsaan sebagai warga Gereja dan warga negara, maka berbagai pihak yang mengemban tugas untuk menjaga, mengawal dan mengabdi negara, dilibatkan dalam kegiatan refleksi iman ini," terangnya.

RD Ronny yang juga mempelajari ilmu managemen konsentrasi SDM, peace and conflict resolution di Universitas Pertahanan Indonesia ini mengharapkan agar kegiatan retret seperti dapat meningkatkan dan memantapkan iman ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa serta komitmen moral.

"Spirit keimanan dan komitmen moral harus menjadi dasar yang kokoh agar dengan demikian para prajurit memiliki tekad dan semangat untuk melaksanakan tugas secara optimal sekaligus mampu menjadi suri teladan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," ujar Romo Ronny.

Nasionalis-Religius

Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Stephanus Trimulyono di kesempatan yang sama mengapresiasi kegiatan retret sebagai tradisi olah rohani yang dilaksanakan secara khusus dan terbimbing untuk merenungkan campur tangan Tuhan.

"Para prajurit harus senantiasa melibatkan Tuhan dalam setiap tugas bagi bangsa dan negara untuk mencapai keberhasilan. Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 menjabarkan tugas TNI yakni menegakkan kedaulatan NKRI, menjaga keutuhan wilayah dan keselamatan Indonesia dengan segenap tumpah darah. Tugas mulia tersebut menuntut kemampuan intelektual, keterampilan, tanggung jawab iman, semangat nasionalisme, militan dan sikap keprajuritan sejati yang memiliki jiwa nasionalis-religius," ungkap Stephanus.

Menurutnya, perkembangan era globalisasi ini dapat mempengaruhi segenap strata sosial hingga ke pelosok tanah air.

"Tantangan dalam setiap tugas sangat dinamis dan kompleks dengan isu komunisme, SARA, radikalisme, intoleransi antara agama, anarkisme, konflik horisontal dan vertikal serta beredarnya berita palsu melalui media sosial, cetak dan elektronik. Hal ini tentu saja berdampak kepada pola pikir, sikap dan tindakan masyarakat. Tentunya menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menciptakan kondisi bangsa yang aman dan sejahtera serta mencegah terjadinya pelanggaran hukum, disiplin dan tata tertib prajurit," tegasnya.

Ia mengharapkan agar melalui retret ini, segala bentuk dekadensi moral dapat dicegah. "Muara dari berbagai realitas ketimpangan adalah adanya kecenderungan dekadensi moral.  Keimanan dan ketakwaan menjadi dasar sekaligus benteng penentu ketahanan diri. Karena itu, kegiatan retret menjadi urgen dan strategis dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan prajurit dan PNS yang beragama Katolik agar semakin loyal terhadap kedaulatan NKRI," pungkasnya.

 

--- Guche Montero

Komentar