Breaking News
  • Banjir landa 21 kelurahan di Tebing Tinggi
  • Imigrasi Ngurah Rai beri "exit pass" seminggu bagi wisman
  • Jokowi: Kawasan GBK Harus Jadi Ruang Publik Bagi Masyarakat
  • PVMBG: gas SO2 Gunung Agung menurun
  • Sebanyak 50 ton ikan Danau Maninjau mati

NASIONAL RI-Denmark Jalin Kerja Sama Terkait Pengolahan Sampah 29 Nov 2017 06:12

Article image
Sekretaris Kabinet Pramono Anung. (Foto: Ist)
Persoalan waste energy ini di Indonesia juga sedang ditangani secara serius oleh Presiden Jokowi. Bahkan Indonesia, menurut Seskab, sudah membuat 7 (tujuh) kota untuk pilot project diantaranya adalah Jakarta, Surabaya, Medan, kemudian Solo.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Kunjungan Perdana Menteri (PM) Denmark Lars Løkke Rasmussen ke Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, untuk menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi), menurut Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung merupakan kunjungan pertamanya ke kawasan ASEAN.

“Ini karena Indonesia dipandang sebagai negara terpenting ASEAN,” kata Pramono Anung kepada wartawan usai mendampingi Presiden Jokowi menerima kunjungan PM Denmark itu, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (28/11/2017) siang.

Ia menyebutkan, dalam pertemuan tersebut beberapa kerja sama yang telah didorong, di antaranya adalah kerja sama di bidang energi, karena Denmark ini sangat terkenal dengan waste energy-nya, dan juga hampir sekarang electricity untuk kendaraan.

“Mereka itu sudah berkembang dengan sangat baik. Maka Denmark menawarkan teknologi untuk pengolahan sampah,” ungkap Pramono.

Menurut Seskab, persoalan waste energy ini di Indonesia juga sedang ditangani secara serius oleh Presiden Jokowi. Bahkan Indonesia, menurut Seskab, sudah membuat 7 (tujuh) kota untuk pilot project diantaranya adalah Jakarta, Surabaya, Medan, kemudian Solo, Semarang, Bandung, dan sebagainya,.

“Nah intinya adalah kalau ini memang bisa diterapkan, persoalan environment, persoalan lingkungan tertangani, kemudian juga manfaatnya adalah energi sampah atau waste energy ini bisa termanfaatkan secara baik,“ kata Seskab seraya menambahkan  persoalannya memang cost-nya masih agak tinggi dibandingkan energi lainnya.

Seskab menegaskan, ketujuh kota itu sebenarnya sudah siap melaksanakan waste energy, terutama Surabaya dan Bandung. Sedangkan Jakarta juga segera bisa dimulai.

“Daripada sampah kita yang ada di Bantargebang misalnya, itu kan sebenarnya bisa digunakan untuk energi listrik dan teknologinya sangat gampang,” pungkas Pramono.

--- Redem Kono

Komentar