Breaking News

HUKUM Ribuan Akademisi Universitas Tolak Revisi UU KPK 09 Sep 2019 21:01

Article image
Komisi Pemberantasan Korupsi. (Foto: Ist)
Hingga saat ini, terdapat sekitar 1.195 dosen di 27 kampus di seluruh Indonesia yang telah menyatakan sikap menolak RUU yang dinilai bakal melumpuhkan Lembaga Antikorupsi.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Gelombang penolakan terhadap usulan DPR merevisi UU nomor 30 tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berlanjut. Tak hanya pegawai dan LSM antikorupsi, penolakan terhadap RUU inisiatif DPR ini juga disuarakan kalangan kampus.

Hingga saat ini, terdapat sekitar 1.195 dosen di 27 kampus di seluruh Indonesia yang telah menyatakan sikap menolak RUU yang dinilai bakal melumpuhkan Lembaga Antikorupsi.

"Hingga Senin pagi ini telah kami terima dukungan dan pernyataan yang tegas dari sekitar 27 kampus di berbagai wilayah di Indonesia menyatakan sikapnya menolak revisi UU KPK. Sekitar 1.195 dosen secara tegas menyatakan sikapnya tersebut," kata Rimawan Pradiptyo, Dosen Fakultas Ekonomi UGM dalam siaran pers yang diterima IndonesiaSatu.co di Jakarta, Senin (9/9/2019).

Ia menegaskan, korupsi telah merusak cita-cita luhur bangsa Indonesia. Namun, KPK yang menjadi tonggak utama dalam upaya melawan korupsi tersebut sekarang sedang diserang dan dilemahkan dari berbagai sisi. Salah satunya melalui RUU KPK.

"Jika revisi UU KPK akhirnya dapat mematikan KPK maka wajar jika kami melihatnya sebagai ancaman terhadap niat luhur kita bersama membangun bangsa ini," katanya.

Untuk itu, Rinawan menyatakan, ribuan akademisi dari puluhan kampus di seluruh Indonesia meminta Presiden Joko Widodo untuk menolak revisi UU KPK. Para akademisi berharap Jokowi merealisasikan komitmennya melawan korupsi dengan menjaga KPK agar dapat menjalankan tugasnya secara baik dan efektif dalam memberantas korupsi.

"Banyak pekerjaan besar yang harus dilakukan di masa kepemimpinan Bapak Presiden saat ini. Semua niat baik untuk kesejahteraan, pembangunan dan pertumbuhan ekonomi tersebut nyaris tidak akan tercapai jika bangsa ini masih digerogoti korupsi," tegasnya.

Ribuan dosen yang telah menyatakan sikap ini berasal dari puluhan kampus, yakni UGM, UI, IPB, UII, Unand, Unmul, Unusia, Unhas, UNS, Unpad, UMSH, ITB, Unair, UM Surabaya, Undip, UBH, ULM, UIR, Unnes, UnIchsan, USU, Undana, Unram, Unsoed, Universitas Paramadina, UNRI, UMSB dan kampus lainnya. Rimawan meyakini jumlah akademisi yang menolak Revisi UU KPK ini terus bertambah dari waktu ke waktu.

"Kami juga mengajak para insan akademik untuk turun gunung menyelesaikan persoalan di depan mata kita, ketika kekuasaan rentan digunakan untuk menyerang pemberantasan korupsi dan melumpuhkan KPK," tegasnya.

--- Redem Kono

Komentar