Breaking News

HUKUM Ribuan Napi dan Anak di NTT Dapat Remisi HUT RI 19 Aug 2020 10:47

Article image
Wakil Gubernur dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi NTT saat menyerahkan remisi kepada napi. (Foto: Liputan6.com)
"Selamat kepada yang bebas. Silahkan anda kembali ke masyarakat. Jangan mengulangi lagi perbuatan hukum yang sudah dibuat," pesan Wagub Nae Soi.

KUPANG, IndonesiaSatu.co-- Sebanyak 1.783 narapidana (napi) dan anak dalam kategori Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapatkan pengurangan masa hukuman (remisi) umum dalam rangka Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-75 tahun 2020 dari Kementerin Hukum dan HAM.

Pemberian remisi tersebut dilaksanakan secara simbolis dalam upacara yang berlangsung di Aula Lapas Kelas IIA Kupang, Senin (17/8/20).

Pemberian remisi ini dilaksanakan virtual dan terjadi serentak secara nasional yang dipimpin oleh Menteri Hukum dan HAM RI, Yasonna H. Laoly.

Pada kesempatan itu, Wakil Gubernur NTT, Josef A. Nae Soi didampingi oleh Kakanwil Kemenkumham NTT, Marciana Dominika Jone dan Kalapas Kelas IIA Kupang, Badaruddin, memberikan surat remisi kepada perwakilan narapidana. Sebanyak 19 napi yang mendapat remisi umum, langsung bebas.

Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi, berpesan agar para napi yang mendapat remisi tidak lagi mengulangi perbuatan melanggar hukum yang hanya merugikan diri sendiri dan orang lain.

"Selamat kepada yang bebas. Silahkan anda kembali ke masyarakat. Jangan mengulangi lagi perbuatan hukum yang sudah dibuat," pesan Wagub Nae Soi.

Sementara Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi NTT, Marciana Jone, mengatakan bahwa pemberian remisi untuk para narapidana ini dilakuan dalam pertemuan secara virtual yang melibatkan Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H Laoly beserta jajarannya di seluruh Indonesia pada Senin (17/8/20).

"Narapidana di NTT yang mendapatkan remisi, terdiri dari berbagai kasus seperti pencurian, narkotika, penganiayaan, dan lainnya," katanya.

Marciana berharap agar para narapidana yang mendapat remisi umum ini, agar tidak mengulangi lagi perbuatannya, terutama bagi napi yang mendapat remisi langsung bebas.

"Besar harapan agar mereka jangan mengulangi lagi perbuatannya. Kalau terulang lagi jadi residivis maka dampaknya lebih berat," imbuhnya.

Hadir pada acara tersebut Ketua DPRD NTT, Emelia Julia Nomleni; Danlantamal VII Kupang, Laksma IG Kompiang Aribawa; Kajati NTT Dr. Yulianto; Perwakilan Danrem 161 Wirasakti Kupang, Perwakilan Danlanud El Tari Kupang, pejabat Pemprov NTT dan pejabat di lingkungan Kanwil Kemenkumham NTT dan Lapas Kelas IIA Kupang.

--- Guche Montero

Komentar